Search This Blog
Monday, October 12, 2009
Vitamin Penambah Semangat
Ketika badan kita lemes atau tidak sehat pastilah kita mencari obatnya atau vitamin untuk memulihkan kondisi kita kembali agar lebih fit dan semangat. Berbagai produk menawarkan bermacam-macam suplement dan minuman kesehatan yang harganya fastastis. Terkadang kita lupa akan sesuatu yang paling murah dan berharga yaitu senyum semangat dari orang-orang yang kita cintai :) :).
Tadi malam abi *my husband* berkata : kenapa agak lazy ngantor besok ya mi??
waktu mengantar abi kedepan gerbang alif bilang "sukses ya bi, yang semangat ya"dengan senyum terkembangnya...
Read more...
Thursday, September 17, 2009
Selamat Iedul Fitri 1430 H
Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan suci ramadhan, bulan yang penuh berkah...dan menyambut bulan syawal yang berarti kemenangan, menang dari melawan segala hawa nafsu selama dibulan ramadhan. Saya dan keluarga mengucapkan :

Beningkan hati dengan dzikir,
Cerahkan jiwa dengan cinta,
Lalui hari dengan senyum,
Tetapkan langkah dengan syukur,
Sucikan hati dengan permohonan maaf,
Andai jemari tak sempat berjabat,
andai raga tak dapat bertatap,
jika ada kata serta khilafku membekas lara,
mohon dima'afkan.
Selamat hari raya idul Fitri, TaqobbaLallaHu minna wa Minkum, Minal AidziN Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Read more...
Wednesday, September 2, 2009
Alif juara I Lomba Azan
Alhamdulillah selama tiga hari mengajari putra kami R.Alif naufal untuk ikut lomba azan tingkat TK seKotamadya Bogor yang diadakan hari ini30 agustus 2009 jam 8.00 pagi bekerjasama dengan bunda guru TK alif yaitu TKIT Azizah Yayasan "Saqifah Ar Rasyid" Cilendek Barat bogor. Berkah ramadhan begitulah kami menyebutnya. Walaupun sedang melaksanakan ibadah puasa ramadhan tapi bukan suatu penghalang untuk berprestasi.
Alhamdulillah alif kami mendapat Juara I :). Dengan gaya percaya diri anak umur 4 tahunnya berdiri dipodium sambil mengumandangkan azan, saya dan suami sangat-sangat terharu. kamipun bersyukur kepada Allah diberi anugerah yang paling besar yaitu alif yang kami harapkan menjadi penolong bagi kami diakhirat kelak(anak yang sholeh). sebenarnya saya dan suami tidak terlalu mengharapkan kalau alif harus menang (tapi kalau bisa sih menang, kalau tidak ikut lagi :D) ,karna kami mengajarinya ikut lomba agar dia tahu,terbiasa dan BERANI mengikuti kompetisi yang lebih berat lagi dan berbobot kelak ia besar nanti.
Yang utama harus ada kemauan dari anaknya sendiri, keberanian serta percaya diri. karna kalau sianak tidak memiliki kriteria tersebut, yang ada anak tidak akan mau ikut lomba dan menangis karena merasa dipaksa bukan dari kemauan dirinya sendiri.
Sekilas mengenai lomba ini yang diadakan pada bulan ramadhan karena berhubungan dengan "Kegiatan Belajar Mengajar dan Pelaksanaan Program Ramadhan Ceria TKIT Azizah" yang diundang dan seluruh TK sekotamadya bogor untuk mengajak putra putri mereka mengikuti lomba Azan dan mewarnai yang diadakan digedung balaikota bogor yang disponsori oleh SO GOOD, YMI dan RRI Bogor.
Foto alif saat lomba :
Alif bersiap-siapkan akan mengumandangkan Azan.
Foto bersama dengan para dewan juri dan teman-teman dari TK lain yang menang dari Juara I sampai dengan Juara Harapan III.
Berfoto bersama Kak Awam Pendongeng anak-anak di TV Spacetoon dalam acara "KakAwamPunyaCerita" sebagai tamu undangan.
Do'a buat sibuah hati ummi : "Semoga Allah senantiasa selalu menjagamu nak dari segala marabahaya, dan melimpahkan rahmatNya kepadamu, selalu ta'at akan PerintahNya dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. Jadilah engkau anak yang sholeh takut akan siksaanNya, patuh serta sayang kepada ummi dan abi dan dirahmati oleh seluruh kaum muslimin sedunia. Jadilah engkau pemimpin yang adil dan bijaksana seperti Rasulullah beserta sahabat2nya karna pengadilan yang paling jelas dan nyata ada padaNya. Takutlah...takutlah...takutlah nak akan siksa nerakaNya. Rindulah...rindulah...rindulah nak akan surgaNya, InsyaAllah engkau menjadi hambaAllah SWT yang dicintai olehNya, amin".
Read more...
Monday, June 29, 2009
10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.
Artikel saya yang sebelumnya mengenai 10 hal sikap hidup bahagia memberikan step-step atau langkah-langkah dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup didunia. Apakah itu masalah pribadi atau masalah khalayak umum. Kalau dijabarkan tentu banyak point-point permasalahannya :). Kita ambil saja contohnya masalah yang kecil tapi bisa jadi besar seperti digosipin/diejek oranglain(tetangga, teman sekantor atau teman sekolah,dll). Hal seperti itu jgn terlalu dipusingin/ditanggapi asalkan tidak merugikan nama baik kita,cuekin aja.serahkan semua urusan pada Allah,yang penting kita ttp berbuat baik pada orang tsb,dan tetap disayang dan dicintai Allah. Nah postingan kali ini bagaimana sikap kita agar dicintai oleh Allah...(Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh)
Sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara-cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.
Pertama,
membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]
Kedua,
mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.
Ketiga,
terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sesuai dengan kadar dzikir kepada-Nya.
Keempat,
lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.
Kelima,
merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).
Keenam,
memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
Ketujuh,
inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.
Kedelapan,
menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
Kesembilan,
duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
Kesepuluh,
menjauhi segala sebab yang dapat menghalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.
Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Read more...
Perkembangan anak praremaja
Lagi baca-baca majalah yang berkenaan dengan merawat anak, perkembangan bayi-balita dan anak praremaja ... mau share aja sama sahabat blogger semoga ada manfa'atnya yang bagi sahabat yang mempunyai anak praremaja, ataupun yang masih balita. Bagi yang belum mungkin bisa disimpan sebagai arsip / dokumen kalau suatu saat membutuhkannya :).
Memasuki usia praremaja, anak sudah merasa bukan anak kecil lagi sehingga menolak perlakuan anda yang membuatnya merasa tak berdaya seperti anak kecil. di sisi lain, mereka belum cukup besar untuk berperilaku seperti remaja. hal ini menimbulkan banyak konflik, baik dalam diri mereka sendiri maupun dengan orang tua, mereka menjadi sangat moody,lebih banyak membangkang aturan anda, dan melakukan banyak hal yang membuat anda sendiri pun jadi stres. sudah pasti kesabaran anda diuji. berikut beberapa tip yang bisa membantu:
Ingat kembali masa-masa kecil anda ketika seusia anak ini. dengan demikian, mudah2an anda bisa lebih memahami apa yang sedang mereka rasakan dan hadapi
ambil jeda untuk diri sendiri sehingga anda punya kesempatan untuk melepas stres. anda akan bisa lebih sabar menghadapi masalah anda di rumah. jadwalkan waktu rutin untuk diri sendiri seperti ke salon, kumpul bersama teman, olah raga, jalan pagi, berkebun dan lain2.
mundur dari arena ketika emosi sudah memuncak. lebih baik begitu daripada nanti anda terbawa emosi yang sulit terkendali. ambil waktu untuk menenangkan diri
bayangkan ada kamera atau orang lain yang mengamati perilaku anda sehingga anda dapat menjaga apa yang anda lakukan atau ucapkan pada anak.
antisipasi situasi yang kurang nyaman. misalnya jika anda tahu anak tidak suka mengikuti anda belanja pakaian, minta dia untuk menunggu anda di toko buku favoritnya daripada dia harus membuntuti anda dan anda terpaksa harus melihat wajah cemberutnya.
SENANG MENUNDA - NUNDA ( 8 - 12thn)
Mereka terganggu.
sudah 10 kali anda meminta anak membantu menata meja makan untuk makan malam. tapi, dia malah asyik chatting dengan temannya. anak usia ini memang mencoba menunjukkan 'kemerdekaan' , jadi mereka mencurahkan seluruh energi untuk teman-temannya. sebaiknya , dibuat jadwal khusus yang ditetapkan sebagai waktu untuk bersosialisasi, saran Kimberly McClanahan, Ph.D., psikolog dari lexington, KY
Mereka terlalu sibuk
berhasil di sekolah dan di olah raga, sekaligus harus membersihkan kamar mungkin menjadi beban yang terlalu berat. bagi-bagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil.
Mereka Takut salah
ketika masih kecil, segala sesuatu merupakan hal baru, dan melakukan kesalahan bukanlah masalah. sekarang mereka takut, melakukan kesalahan berarti tidak sepintar yang mereka bayangkan. yakinkan anak, anda lebih peduli bilaia membuat kamarnya berantakan, daripada menjaganya tanpa noda setitik pun.
Mereka Kehilangan motivasi
berikan insentif nyata sesekali. ia boleh lebih lama 30 menit didepan komputer bila menyelesaikan tugasnya. jangan lupa memuji bila ia melakukan sesuatu dengan baik.
Nah siap-siap deh kita menghadapi anak-anak memasuki usia praremaja, pokoke tetap di dampingi...:)
diambil dari artikel salah satu majalah parenting
Read more...
Tips-tips dan Sikap Agar Hidup Bahagia
Bahagia...satu kata ini sangat dasyat artinya, menyebut kata "bahagia" ini aja hati sudah merasa bahagia, siapa sih yang tidak mau hidup bahagia, tenang, dan damai...?pasti setiap orang mau dong :). Tapi hidup bahagia yang bagaimana yang diinginkan. Kata orang dengan harta hidup bisa bahagia? ofcourse that's right but harta tidak menjamin hidup seseorang bisa bahagia, lihat aja fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini salah satunya seperti kisah manohara. Berlimpah harta bak putri dalam dongeng, tapi hati merasa terpenjara. Ada beberapa sikap mungkin yang dapat kita coba agar hati tidak kalut dan tetap bahagia selain berdo'a dan melaksanakan perintah Allah, antara lain :
* Berpikirlah Positif
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif sementara saat kita berpikir
negatif secara terus-menerus artinya kita memberi makan rasa frustasi.
Negatifitas tidak pernah menjadi cara optimal dalam menangani situasi
apapun. Kenyataannya negatifitas membenamkan kita dalam
ketidakbahagiaan. Setiap keadaan batin yang negatif akan menular.
Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang
berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
* Jauhi urusan orang lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka
memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
* Hiduplah pada saat ini, bukan masa lalu.
Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan. jangan tergantung padanya.
Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang kita
miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally
present".
* Jadilah pendengar yang baik.
Saat menjadi pendengar. kita belajar dan mendapatkan ide-ide baru
berbeda dari orang lain.
* rasa Kuatir & Ketakutan
Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu
kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal
yang dikuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi ! It's all only in
your mind.
* Dendam
Dendam dan Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri kita
dan hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH. Bagaimana cara
membuangnya? Dengan membuangnya begitu saja, sama halnya seperti kita membuang bara panas dalam genggaman tangan.
* Berhentilah mengeluh
Mengeluh berarti selalu tidak menerima apa yang ada saat ini, secara
tidak sadar membawa-bawa beban negatif. Ketika mengeluh, kita
menjadikan diri kita sebagai korban. Apakah kita Bahagia dengan
memposisikan diri kita sebagai korban?
* Bila ada masalah, selesaikan satu per satu
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
* Tidurlah dengan nyenyak
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tak
sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
* Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa kita pada hal-hal
besar. Sekecil apapun karunia yg Anda terima (traktiran makan gratis
dari teman, senyum manis seseorang yang tidak dikenal, keluarga yg
mengasihi kita, bahkan cuaca cerah yang bersahabat dan masih banyak
lagi) akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa kita kepada
Kebahagiaan saat kita bersyukur.
Bersyukurlah setiap waktu, pagi, siang, sore malam, bahkan sepanjang hari bisa dengan membaca tahmid, tasbih, takbir dan alma'surat.
UBAHLAH SITUASI
Bila dengan 10 sikap hidup ini masih merasa bahwa situasi
kehidupan kita pada saat ini sudah tidak dapat ditoleransi lagi dan
membuat hati tidak berbahagia, mungkin bisa melakukan 3 opsi ini:
1. Menyingkirlah dari situasi itu
2. Ubahlah situasi itu atau
3. Terimalah situasi itu sepenuhnya
Jika kita ingin bertanggung jawab untuk hidup kita, kita harus
mengambil 1 dari 3 opsi itu dan terimalah konsekuensinya.
Bertanggung jawablah dengan (masa depan) hidup kita. Mengambil
tindakan adalah lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa, khususnya
jika kita terjebak dalam situasi tidak berbahagia sejak lama.
let's start now make our lives happier...:)
Read more...
Wednesday, June 24, 2009
Award again From MalangBloggerCommunity
waktu saya lagi buka email ada email masuk di inbox mail saya from who is he/her? dari pada penasaran saya klik en baca...ternyata email tersebut dari sobat bloggermalang yang memberitahukan bahwa saya mendapat award, emailnya sbb:
" Message: SELAMAT BLOG anda terpilih menjadi salah satu blogger AWARD dari MALANG BLOGGER COMMUNITY segera ambil AWARD anda Dengan link balik http://malangbloggercommunity.blogspot.com/2009/06/blogger-award.html "
Alhamdulillah...saya ucapkan terimakasih sobat malangbloggercommunity.
Kita semua saudara dan bersahabat...tapi saya belum konfirm apakah award ini boleh diberikan kepada sahabat blogger yang lain, tapi sudah saya tanyakan.
Semoga tambah solid dan saling mendukung dalam mencari ilmu serta teman :)
This is Award :
Goodluck buat MalangBloggerCommunity dan sahabat blogger setanah air dan seluruh belahan dunia, jalin terus persahabatan dan tali persaudaraan.
Read more...
Tuesday, June 23, 2009
80% OTAK ANAK BERKEMBANG DI USIA EMAS
Artikel ini saya kutip dari kompas.com, semoga bermanfaat bagi kita para orang tua yang mempunyai balita.
SEKITAR 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak.
Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk.
"Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya.
Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar.
"Yang penting kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya, " kata Desni.
Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis.
"Lebih baik televisi dimatikan saja agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton, usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya.
Ia juga berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu singkat untuk berkumpul dengan anak-anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan harus tetap meluangkan waktu untuk sang buah hati.
"Jika tidak memanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katatnya.
Read more...
Berbakti Kepada Orang Tua (Tema Tentang Ayah)
Wahai sobat blogger kali ini saya posting tentang orang tua. Sebagai mana Allah berfirman dalam al-qur'an, sbb:
“Allah telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya; dan hendaklah kalian berbakti kepada kedua orang tua.” (Al-Israa : 23)
Kali ini tentang ayah. Jadi teringat masa-masa kecil dulu bersama ayah saya. Ayah sering dikatakan kurang peka atas keinginan anaknya, kurang dekat atau pemarah. Padahal itu semua tidak benar. Ayah orang yang sangat hebat, mencintai keluarganya mencari nafkah. Mungkin karena ayah jarang dirumah untuk bekerja sehingga waktu buat sang buah hati jd berkurang makanya berbagai kategori buat ayah muncul didalam fikiran sianak.Ini sekedar saya share kepada sobat semua mengenaii sosok seorang ayah kepada anak-anaknya...:
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak="" terlalu="" mengecewakan="">
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
AYAH ITU MURAH HATI...
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu...
Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata "tidak"
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin .
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya...
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)
ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster.... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"
Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"
Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"
Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....
Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....
Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.
Cintailah orang tua kita,ibu dan ayah, apalagi diusia beliau yang semakin tua kembali seperti anak kecil lagi. Dan buat anak-anak kita diajarkan untuk menyayangi kedua orang tua mereka dari usia dini, menjadi anak yang berbakti bekal untuk kita kelak dihari akhir nanti. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:
Saturday, June 20, 2009
Award ke-2 dari sahabat blogger
Alhamdulillah ini Award ke-2 yang saya terima dari sahabat blogger "hacker" , sebelumnya dari sobat "Tukang Ngegame"...serasa tidak percaya, karna saya bener-bener baru dalam membuat blog beberapa bulan ini, karena saya membuat blog ini diantara kesibukan sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga, jadi kadang2 tidak terlalau eksis, apalagi kalau lagi ribet dirumah example seperti sekarang anak lagi sakit, yah jarang jg buka internet, harap maklum ya, dan tetap berkunjung ya :). saya sangat senang ternyata award ini langsung dari www.blogger.com tanda simbol penghargaan dan persahabatan :).
Menurut ketentuan yang diberikan oleh hacker si pemilik http://www.hacker-musik.com bahwa bagi teman2 blogger yang mendapatkan award ini di wajibkan mengisi data-data sebagai berikut:
| 1. Nama | : | Linda Novriani |
| 2. URL/Web | : | http://lindanov.blogspot.com/ |
| 3. email | : | lindanov@yahoo.com |
| 4. Hobby | : | membaca dan menulis, memasak wajib deh :) |
| 5. Cita -cita | : | pengen jd psikolog(gak kesampaian secara akademis, but psikolog buat keluarga dan temenku :)) |
| 6. mulai nge-bloggwalking | : | Mei 2009 |
| 7. Kota kamu | : | Bogor (The Rain City) |
Bagi temen2 yang mau menggopy gambar award ini, silahkan klik alamat url dibawah ini.
http://i667.photobucket.com/albums/vv35/gya88/AWARDKITA.gif
Semoga dengan adanya award ini dapat mempererat tali persahabatan diantara para blogger, dan semangat lagi memposting blog ^-^. Ciayooo...
Read more...
Wednesday, June 17, 2009
Jangan abaikan "Feeling Ibu"
Saya hanya sekedar sharing sama temen2 semua tentang perasaan aneh dan gelisah yang sangat kuat terkadang saya alami. Hati gak enaklah, males untuk beraktivitas bukan karena kecapean ya, atau ragu-ragu untuk pergi suatu tempat tujuan kita. apakah memang ada seseorang yang dapat merasakan bakal apa yang akan terjadi kepada dirinya atau keluarganya suatu kejadian yg tidak diinginkannya...? atau itu cuma suatu perasaan yang muncul karena was was yang berlebihan yang ditiupkan syeitan, entahlah, "Auzubillahiminasyaitonirrojim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syeitan yang terkutuk)". Tapi itulah yang saya alami, believe it or not...
Ini perasaan yang sangat tidak enak mendera saya yang kedua kalinya.

* yang pertama waktu saya merasakan bahwa anak kedua saya (alm Elfira Hafizah Lubna)sudah tidak bernyawa didalam rahim saya waktu itu umur kehamilan sudah memasuki minggu ke-37. sudah 9 bulan lebih 1 minggu. yang mana tinggal satu minggu lagi akan dilahirkan karna dokternya meminta 38 minggu katanya etika kedokteran. Tapi ya mau dipersalahkan siapa, semua saya anggap sudah takdir dari Allah Subhanahuwata'ala "Innalillahi wa inna illaihi roji'un(Semua berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah juga)" bahwa kesempatan saya merawat putri kami tercinta cuma 9 bulan 1 minggu itu juga dalam rahim. Sebagai penenang hati dan penyemangat hidup kembali saya berfikir bahwa Allah lebih sayang sama saya dan suami karena ada bidadari kecil yang akan menjadi penolong kami kelak diakhirat, amin.
* Perasaan mendera yang kedua yang saya rasakan kemarin hari rabu. Dari pagi bawaan sudah gak enak badan bukan karena sakit ya, perasaan malas dan berat sekali mengantar jagoan saya kesekolah. what 's wrong??? entahlah apakah ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa putra saya atau hanya suatu kebetulan, wallahu'alam. Tapi itulah feeling seorang ibu kata orang tua saya, terkadang kita tidak menyadarinya, walaupun kita menyadarinya kita mengabaikannya karena ketidaktahuan dan kepekaan kita.
Jam pulang sekolah alif meminta main perosotan sebentar, biasanya main ayunan atau langsung pulang. Saya tidak izinkan karena saya ingin langsung pulang kerumah, tapi gak tega melihat anak merengek minta main perosotan sama temen2nya, ya udah saya bilang mainlah hati2 tapi sebentar ya. Yah mungkin memang sudah takdir, alif jatuh dari perosotan ketinggian kira-kira 1.8 meter yang lebih parah lagi hampir 90% wajah sebelah kanannya mulai dari kening sampai pipi luka dan berdarah. Keningnya benjol dan pipinya ada kulit yang robek terkelupas. Hati ibu mana yang tega melihat anaknya seperti itu, anak orang lain saja yang kecelakaan saya yang nangis apalagi melihat anak sendiri yang ngalami. Saya langsung bawa kedokter bersama ibu guru kelasnya. Setiap kejadian pasti ada ibroh/hikmah/pelajaran dibelakangnya. Saya mengambil ibrohnya aja suatu saat apabila "feeling ibu" itu datang lagi ada baiknya untuk menurutinya selagi itu tidak diluar syari'at islam. Jangan lengah dan awasi anak-anak dikala bermain kalau perlu kita berada didekat media dia bermain, jangan cuma mengawasi dari jauh. Karena buah hati kita adalah titipan Yang Maha Kuasa, kita harus menjaga sebaik-baiknya.
Read more...
Saturday, June 13, 2009
Tiga Kata Ajaib (The Three Magic Words)
Dalam membina hubungan antar sesama manusia sering kali ungkapan atau kata-kata yang dapat memberi energi positif pada orang lain tanpa sadar selalu saja kita abaikan, dan akibatnya hubungan lambat laun kehilangan energi positifnya karena tanpa dilandasi ketulusan yang berakibat pada dinginnya suatu hubungan antar sesama manusia. Lalu ungkapan apa yang mampu membangun hubungan baik antara manusia?
Menurut para ahli komunikasi ternyata ada tiga kata ajaib yang mampu membangun hubungan baik antar manusia (the three magic word). Kata- kata tersebut sebenarnya sangat mudah di dikatakan dan bila di dasari dengan ketulusan hati, tanpa basa-basi ternyata dampaknya sangat luar biasa. Kata tersebut yaitu :
“Terimakasih” (thank you), “maaf” (sorry), dan “tolong” (please). Dari ketiga kata tersebut ternyata yang memiliki kekutan terbesar ternyata ”terima kasih”. Jadi kiranya bahasan mengenai ungkapan terimakasih merupakan tema utama dalam postingan ini.
Jika dikategorisasikan berdasarkan penting dan tidak penting, dua kata yang sangat penting adalah ”terimakasih” dan kata yang paling penting adalah ”kami” dan kata yang kurang penting adalah "aku". Ungkapan terimakasih sebenarnya didasari pada rasa Syukur kepada Yang Maha Kuasa atas Rahmatnya-Nya kepada seseorang. Dia menggunakan orang lain untuk menolong sesorang untuk melakukan sesuatu atau memberi sesuatu. Itulah sebabnya mereka yang jarang mengungkapkan rasa terimakasih, memiliki rasa sukur kepada Sang Pencipta yang belum berkembang optimal. Mereka yang belum merasakan betapa besarnya kasih dan nikmat yang diberikan sang pencipta kepada dirinya, tentu sulit untuk mengungkapkan rasa terimakasih kepada orang lain.
Bill Scheibler mengatakan, terimakasih kepada seseorang tanpa mengungkapkan secara khusus adalah sama seperti membungkus kado tanpa memberikanya. Ungkapan terimakasih memang seharusnya disampaikan secara khusus dan tulus, bukan sebagai suatu rutinaitas dan budaya atau iklim kerja. Tatapan mata yang lembut yang disertai senyum dan jabat tangan erat sambil menyampaikan terimakasih, memiliki kekuatan yang luar biasa bagi orang yang menerimanya untuk berbuat lebih baik lagi. Ungkapan terimakasih yang tulus dan antusias akan mendorong orang untuk semakin banyak memberi dan melayani orang lain. Penghargaan kepada seseorang berupa materi adalah baik, namun hal tersebut belum berarti apa-apa dan bermakna jika tidak disertai dengan ungkapan terimakasih yang tulus.
Seorang ahli lain, David Rayback mengatakan bahwa ungkapan terimakasih mampu mengikatkan dan menguatkan hubungan antar manusia. Sebagai contoh sepasang suami istri atau pasutri akan semakin kuat hubungan tali kasih diantara mereka hanya karena mereka mudah mengungkapkan terimakasih yang tulus. Ungkapan terimakasih dari sang suami terhadap istri karena disuguhi kopi panas setiap pagi, akan meningkatkan motivasi sang istri untuk mengurus rumahtangganya. Ungkapan terimakasih sang istri atas gaji yang diberikan suami selama sebulan bekerja, tentu akan menambah penghargaan terhadap sang suami, serta dorongan untuk mengembangkan tanggung jawabnya tehadap keluarga. Hal ini jauh lebih baik bari pada sekedar menunutut sang suami untuk terus-menerus memberi gaji lebih.
Orang tua tidak sungkan-sungkan mengungkapkan rasa terimakasih kepada anaknya, menunjukan pelajaran dan pola asuh yang baik terutama tentang bagaimana menghargai orang lain dimasyarakat.
Demikian pula didalam kehidupan organisasi, pengikut yang tidak tahu berterimakasih kepada pemimpinnya adalah pengikut yang kurang menghargai keberdaan sang pemimpin secara total. Sebaliknya, pemimpin yang tidak pernah mengungkapkan rasa terimakasih kepada pengikutnya, menunjukan gambaran kredibilitas yang rendah dalam hubungan antar manusia, khususnya hubungan antara pemimpin dan pengikut.
Cobalah untuk membiasakan mengungkapkan ketiga kata ini yaitu, ”terimakasih”, ”maaf” dan ”tolong” jika berinterksi dengan seseorang atau sesama kita secara ikhlas maka aliran energi positif dalam hubungan saling menghargai dan dihargai akan tercipta dalam kehidupan sosial kita.
sumber: http://kembara-bumi.blogspot.com/2009/05/tiga-kata-ajaib-three-magic-words.html
Read more...
Menggali dan Menumbuhkan Kekuatan Dahsyat dari Dalam Diri
Kita menyadari bahwa setiap manusia diberi Allah SWT: kekuatan, kemampuan dan potensi yang ada dalam diri kita, tapi.. tapi karena saking dalamnya hingga kita susah untuk menggalinya.. astaghfirullah..!
Sabda Rasul: ''Sungguh suara Abu Thalhah ditengah pasukan perang lebih baik dari pada seribu orang tentara'' (HR. Ahmad dari Jabir bin Abdillah)
Begitu hebatnya sosok Za'id bin Sahl bin Al-Aswad Al-Anshari(Abu Thalhah) dalam memperjuangkan tegaknya kalimah 'la ilaha illallah' dalam perang beliau juga sangat diperhitungkan musuh-musuh bahkan beliau seringkali melindungi Rasulullah dengan membusungkan dadanya dan berkata 'Ya Rasulullah, leherku sebelum lehermu' dan karena kegigihan Abu Thalhah itulah Rasul bersabda diatas.
Para sahabat telah mampu menggali kekuatan dahsyat yang terpendam dalam diri mereka sehingga seperti Abu Thalhah suaranya saja bisa menggetarkan musuh dari pada seribu tentara, ada yang kecepatan larinya melebihi seekor kuda seperti Salamah bin Akwa', Umar bin Khathab yang mampu memikirkan sesuatu pada saat sedang berpikir sesuatu yang lain(tadaffuqul azamat).Beliau-beliau juga manusia biasa dan bisa menggali kekuatan, kemampuan dan potensi dalam diri kenapa kita tidak bisa???
Kita adalah generasi harapan orang terdahulu sudah sepantasnya kita berikan yang terbaik dari diri hingga tercapai tujuan, sudah saatnya kita tuk menggali segala kekuatan, kemampuan dan potensi yang ada dalam diri, sesungguhnya orang yang bilang dirinya tidak mampu sebelum mencoba ialah ia yang belum menggali potensi yang ada pada dirinya, alangkah meruginya orang yang tidak bisa memanfaatkan aset-aset yang diberi Allah pada dirinya untuk memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.
Read more...
Thursday, June 11, 2009
Cara Mudah Memahami Pelajaran
Kecepatan otak kita menyerap informasi 1.287 km/jam. Artinya kapasitas dan kemampuan otak kita ini luar biasa. Bill Gates sampai mengatakan otak kita ini adalah raksasa yang tidur. Kenyataanya kita sangat amat teramat belum mampu memaksimalkan otak kita. Sebab jika arus informasi ini lancar, maka kita akan lebih mudah memahami dan belajar apapun.Sangat penting, kita sebagai manusia pembelajar untuk mengetahui arus informasi sampai dikelola oleh otak kita.
Perjalanan informasi ini sangat menarik untuk divisualiasikan.Pertama informasi yang di dapat dari indera kita akan melewati batang otak yang disebut otak reptil. Otak reptil ini menguasai dunia fisik. Artinya kalau informasi yang masuk dalam otak kita dan lingkungan kita memuaskan otak reptil kita maka informasi tersebut akan diterima dengan baik. Coba bayangkan anda sedang lapar lalu makan di warung yang panas, bau, dan banyak lalat. Seenak apapun makanan kita, pasti otak reptil kita memerintahkan kita untuk ‘get out from here’. Bandingan dengan kita makan di restoran yang sejuk, asri dan nyaman. Pasti kita nikmat menikmati hidangan.Setelah informasi tersebut memuaskan otak reptil, maka diteruskan ke otak limbic atau mamalia. Otak limbic ini menguasai dunia emosi. Artinya kita sebagai penerima informasi harus mempunyai kondisi emosi yang stabil. Kita tidak dalam kondisi stress, tertekan, dan tegang. Kondisi emosi kita harus positif, maka otak mamalia akan terpuaskan. Contoh mudahnya, sebagai pelajar berangkat pagi ke sekolah dengan ceria, dapat dukungan dari orangtua, PR sudah dikerjakan. Pasti begitu mengikuti pelajaran di kelas, biasanya lancar. Beda dengan sebelum berangkat sudah dimarahi oranguta, PR belum dikerjakan dan ada masalah dengan teman. Saat menerima informasi dari guru, biasanya tidak lancar.Setelah lolos dari otak limbic, maka informasi akan masuk ke otak yang disebut neo cortex. Neo cortex ini adalah sang pemikir. Artinya sesulit apapun informasi yang diterima, apabila memuaskan otak reptil, memuaskan otak, maka neo cortex akan mempunyai potensi yang besar untuk menganalisa informasi yang sulit itu.Jadi bisa disimpulkan, bila kita sebagai pelajar menerima informasi tentang rumus-rumus yang memusingkan akan menjadi mudah kita memahami matematika, bila otak reptil dan otak limbic terpuaskan.Jadi ada tiga kata kunci yang penting untuk memudahkan kita belajar, yaitu LINGKUNGAN NYAMAN, EMOSI POSITIF, dan KEMAMPUAN BERPIKIR.
Read more...
Tuesday, June 9, 2009
Tips aman anak-anak berenang dengan Ban
Bagi para orang tua yang ingin mengajari anak balitanya berenang, mungkin ada manfa'atnya tips dibawah ini yaitu cara aman berenang dengan menggunakan alat bantu berupa Ban atau pelampung khusus buat anak-anak.
Tips aman berenang dengan Ban
• Pilih ban renang yang pas dengan ukuran anak.
• Bagi si < 1 tahun, pilihban kecil dengan penyangga kaki yang memenuhi standar keamanan. Untuk anak di atas 3 tahun, pilih ban tanpa penyangga kaki.
• Pakaikan ban dengan benar (tubuh anak masuk ke dalam lingkaran ban). Hindari mendudukkan si kecil di atas ban, meski Anda mendampinginya.
• Dampingi anak saat berenang. Jangan biarkan dia berenang terlalu jauh meski menggunakan ban. Sebaiknya batasi si balita agar berenang di bagian kolam renang anak (kedalaman 30-50 cm).
MANFAAT RENANG
* Menghilangkan rasa takut pada air banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.
* Sarana bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.
* Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.
* Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.
* Kemampuan social berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.
LANGKAH BELAJAR RENANG
* Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya.
* Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain: - Kedalaman kolam Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal. - Suhu air Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit. - Kejernihan air Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa. Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya. - Lantai kolam Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset.
* Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam.
* Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih “mengapung”. Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil.
* Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam.
* Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan.
* Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air. Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan.
USIA TEPAT BERLATIH RENANG LALU
kapan, sih, bayi sudah bisa diajari berenang di kolam? yang paling pas adalah di usia 9 bulan, tak lain karena di usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak sendiri dan relatif kuat menyangga tubuhnya saat berdiri. Namun, tentu saja proses belajarnya harus dibedakan dari proses belajar yang diterapkan pada anak yang lebih besar. Jika yang berperan sebagai pelatihnya adalah orang tua sendiri, biasanya bayi akan lebih senang, hingga bisa lebih mudah dan cepat proses belajarnya.
MESTI PROPORSIONAL
Pada prinsipnya, setiap aktivitas olahraga adalah baik. Manfaatnya akan maksimal jika kegiatan ini dilakukan secara teratur dan proporsional. Jadi, ada batasan-batasannya, yaitu latihan tidak melebihi kemampuan bayi karena bisa berakibat buruk. Antara lain daya tahan tubuhnya bisa merosot karena terlalu dipaksakan. Menurutnya, frekuensi olahraga yang baik bagi kesehatan adalah tiga kali setiap minggu. Waktunya cukup sekitar 10-15 menit saja. “Jangan terlalu lama karena bayi cepat capek meski cepat juga pemulihannya. Kalau dia enggan, ya jangan memaksakan diri. Juga kalau bayi capek, jangan dipaksakan. Nanti malah sakit.”
sumber:Nakita
Read more...
Monday, June 8, 2009
KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
[finland] Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.
Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.
Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.
Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu
Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. "Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian." ungkap seorang guru di Finlandia.," Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian." Pada usia 18 siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! "Ini membantu siswa belajar betanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri," kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia," Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas. Guru tidak harus selalu mengontrol mereka."
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. "Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah." Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. "Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan. " Sambungnya.
Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan `Kamu salah!' pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. "Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa," kata seorang guru," maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya.". Benar-benar ucapan guru yang bertanggungjawab.
Diambil dari "Top of the Class" Fergus Bordewich.
Read more...
Thursday, June 4, 2009
Ayah yang Sibuk & Kerinduan Seorang Anak
Semoga cerita dibawah ini bisa menjadi pelajaran dan masukkan kepada kita para orangtua terutama ayah bahwa kebersamaan dengan keluarga itu dapat mempererat hubungan dan kasih sayang kita dengan keluarga kita baik itu hubungan suami-istri maupun orangtua dan anaknya. Memang suatu kewajiban kita sebagai orang tua bekerja mencari nafkah buat keluarga tetapi kita juga harus bisa meluangkan waktu kita walaupun itu hanya sebentar untuk bercengkrama bersama anak dan istri kita yang dengan setia menunggu dan mendoakan kita. Ini ceritanya :
Seperti biasa Dennis, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka
di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu
untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Dennis sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku
nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Dennis beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Dennis
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Dennis pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan
Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Dennis nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Dennis berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.
5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Dennis.
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Dennis lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada
Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku
kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Dennis pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan
anaknya.
Read more...
Monday, June 1, 2009
25 Poin Penting bagi Para Orang Tua
1. Penuhi Harapannya.
Sempatkan setidaknya 1-2 jam dalam seminggu untuk mengerjakan apa saja yang anak ingin lakukan, tanpa interupsi dari siapa pun atau gangguan dalam bentuk apa pun. Termasuk bila ia ingin bermain game yang tak Anda sukai, atau permainan yang Anda anggap sia-sia seperti membangun balok bertingkat lalu merobohkannya lagi.
2. Say I Love You!
Biasakanlah memulai dan mengakhiri hari yang dilalui dengan mengucapkan "I love you." Sebagai orang tua Anda mungkin sering berpikir, menunjukkan kasih sayang cukup lewat tindakan. Nyatanya? Anak membutuhkan, bahkan mendambakan ucapan tulus untuk benar-benar disayangi orangtuanya.
3. Prioritaskan Keamanan.
Jangan lengah mengantisipasi, apa yang kira-kira akan dilakukan anak lalu segera pasang pengaman. Bila Si Kecil berusia 9 bulan dan sudah mulai belajar berdiri, artinya sudah saatnya untuk selalu menutup pagar, memasang bantalan khusus di sudut-sudut meja yang lancip, dan menyingkirkan panci-panci panas dari atas kompor ke tempat aman yang tak mudah diraihnya.
4. Pujilah Pasangan.
Jangan pernah mengakhiri hari tanpa mengakui peran pasangan dalam kehidupan buah hati Anda. Lakukan setidaknya sekali dalam satu hari.
5. Pilih TPA (Tempat Penitipan Anak) Yang Baik.
Jangan pernah ragu untuk menghabiskan waktu mendatangi sekaligus mengamati bagaimana anak-anak menghabiskan waktunya di TPA untuk bermain dan beraktivitas. Jangan segan-segan pula menggali informasi sebanyak-banyaknya dari pimpinan maupun staf pengasuh TPA mengenai fasilitas yang tersedia. Pendek kata, bersikaplah cermat sebelum menentukan pilihan, tak ubahnya seperti Anda hendak membeli mobil baru yang mahal harganya.
6. Tinggalkan Arena.
Bila Si Kecil sudah mampu "mencairkan" susana dengan lingkungan yang baru dimasukinya, segeralah menjauh. Terlalu banyak interaksi langsung berupa tatap muka hanya akan memperbesar situasi penuh konflik.
7. Jangan Langsung Menghukum.
Ibaratnya, setiap anak memiliki sebuah cangkir yang perlu diisi dan diisi lagi dengan cinta, perhatian, limpahan kasih sayang, dan penghargaan. Hari-hari yang menyebalkan, dunia yang kasar dan mendatangkan frustrasi akan langsung membuat cangkirnya kosong.
Jika Si kecil berulah, peluklah ia, dengarkan apa yang dikatakannya, dan habiskan waktu bersamanya. Selepas itu ia akan menunjukkan sikap kooperatif, sehingga Anda berdua jadi semakin akrab.
8. Jangan Asal Meninggalkan.
Jika Anda sedang memandikan Si Kecil, jangan pernah sekalipun mengangkat telepon yang berdering atau melakukan pekerjaan sambilan lainnya. Tanpa pengawasan Anda, kecelakaan sangat mungkin terjadi hanya dalam hitungan detik!
9. Lihat Perspektif Lain.
Sekali dalam seminggu cobalah abaikan pelanggaran- pelanggaran kecil yang dilakukan anak seperti tatakrama di meja makan, lupa membersihkan ceceran makan, dan lainnya. Ingat, Anda juga bukan pribadi yang sempurna, kan?
10. Sempatkan Istirahat.
Bila ngotot ingin mematuhi jadwal tidur, Anda akan mudah terjaga dan ini akan membuat mental rapuh, yang ujung-ujungnya berpeluang menyebabkan depresi pascamelahirkan, lho! Jadi, sempatkan tidur dan istirahatlah ketika bayi Anda tertidur pulas.
11. Jangan Panik!
Tak perlu kelewat panik bila Si Kecil hanya mau makanan yang itu-itu saja. Anak tak akan kelaparan, kok. Jadi, jangan bosan menawarkan makanan yang beragam dalam porsi kecil tapi sering. Yang jelas, beri contoh dan biarlah ia melihat sendiri betapa Anda menyukai sayur mayur yang selama ini tak disukainya.
12. Lakukan Sekarang, Bicarakan Nanti.
Tegurlah langsung dan tunjukkan respons Anda sesegera mungkin ketika anak berperilaku menyimpang. Membahas secara panjang lebar soal insiden itu bisa menyusul, di mana Anda juga perlu menegaskan lagi sejumlah aturan dan apa yang Anda harapkan dari Si Kecil.
13. Jadilah Mainan Favorit Si Kecil.
Daripada sibuk mencarikan Si Kecil mainan mahal, mengapa Anda tidak menghiburnya sendiri? Anda bisa bergerak sesukanya, menirukan bebunyian, menari, menyanyi, melakukannya bergantian, dan menanggapi apa yang diperbuatnya. Anda justru akan tampil hangat, penuh kelembutan, sekaligus menjadi mainan yang dijamin aman bagi Si Kecil.
14. Amankah Mobil Anda?
Pastikan berulang kali kondisi jok mobil Anda benar-benar aman bagi Si Kecil. Jok khusus anak yang disetel tidak semestinya sering menjadi penyebab kecelakaan. Kapanpun Anda mengajak anak berkendara, pastikan segalanya sudah pada tempat yang semestinya, ya!
15. Bersikaplah Romantis.
Sempatkanlah bersenang-senang berdua bersama pasangan. Tunjukkan kemesraan suami-istri, misalnya dengan mencium Si Dia di depan anak, dan biarkan anak mendengar Anda membisikkan "I love you" pada pasangan dengan mesra.
16. Bawa P3K Di Tas.
Jangan lupa, bawalah selalu penawar mual/ muntah di dalam tas tangan Anda. Di rumah mungkin selalu tersedia, tapi siapa tahu Anda pun membutuhkannya saat di perjalanan. Terlebih bila dokter menyarankan demikian.
17. Susunlah Album Foto.
Paling tidak sisihkan selama 2 jam dalam sebulan untuk menyusun foto-foto agar menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh anggota keluarga. Selagi mengumpulkan foto-foto dan barang-barang suvenir, bukankah Anda jadi punya waktu merefleksikan kembali hal-hal berharga dalam hidup?
18. Rawatlah Kulit Si Kecil.
Sediakan selalu baby oil atau krim pelembut dalam kemasan jumbo di meja kamar bayi. Pijatlah kedua kakinya secara bergantian sambil mengoleskan krim pelembut setiap kali mengganti popok atau baju.
19. Sah Saja Memberi Julukan.
Panggilah Si Kecil dengan sebutan khusus yang mencerminkan uniknya hubungan Anda dengannya. Seorang anak yang punya banyak nama panggilan merupakan anak yang senantiasa disayangi dengan berbagai cara.
20. Cermati Label Kemasan Makanan.
Bacalah label di setiap kemasan makanan untuk anak yang Anda beli. Pastikan Anda tahu persis apa yang dimakan Si Kecil, terutama bila ia mengidap alergi terhadap jenis bahan pangan tertentu.
21. Kompak Di Depan Anak.
Sekalipun Anda dan pasangan berbeda pendapat mengenai strategi mengatasi kenakalan anak, tetaplah bicarakan dan baca berbagai sumber mengenai hal itu sampai Anda berdua mencapai kesepakatan atau menemukan kompromi dan solusi terbaik.
22. Jangan Lewatkan Ritual Keluarga.
Seminggu sekali lakukan aktivitas bersama, seperti membaca buku dengan suara keras, berjalan-jalan, menjelajahi hutan, atau menikmati sarapan hari Minggu di kedai makan yang sama. Percayalah, pengalaman khusus ini akan meninggalkan kesan mendalam di ingatan anak-anak.
23. Cegah Tindak Kekerasan Sejak Awal.
Jangan pernah biarkan anak memukul atau menendang Anda, sekalipun saat itu ia begitu marah atau frustrasi. Segera tahan tangan atau kakinya cukup kuat, sehingga ia tak bisa melancarkan aksinya. Katakan dengan tegas dan suara lantang, "Kamu tidak boleh memukul Ibu."
24. Asah Kepekaan Seninya.
Ajari Si Kecil nyanyian-nyanyian sederhana atau puisi khusus untuk anak-anak. Melantunkan lagu dan puisi sungguh menyenangkan sekaligus mengasah keterampilan Si Kecil dalam mengatur intonasi yang kelak dibutuhkannya dalam membaca.
25. Jangan Langsung Menggendongnya.
Ketika bayi terbangun, jangan langsung menggendongnya. Membiarkannya belajar menenangkan diri sendiri merupakan kunci penting agar ia tak rewel di saat tidur malam. Tak perlu resah bila ia langsung tertidur pulas saat Anda menyusuinya atau memberinya susu botol sebelum waktu tidur. Sengaja mengganti popok biasanya merupakan cara ampuh untuk membuatnya terbangun.
Kekuatan Tanpa Kekerasan
Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi - Pendiri Lembaga M.K.Gandhi). Mungkin bisa kita ambil pelajaran dari cerita ini dalam salah satu cara mendidik anak-anak kita berlaku jujur baik perkataan maupun perbuatannya.
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.
Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota , ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.
Lalu ayah berkata, “ Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.
Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.
“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan..”
Read more...
Navigasi
My contact
| Check Page Rank of any web site pages instantly: |
| This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service |


