* Berpuasa selama 14 jam sebenarnya tak lantas membuat tubuh lemas. Sumber energi bisa tersimpan baik dalam tubuh dan menjaga tubuh tetap segar, asalkan memilih dan mengatur makan dengan tepat. Bagi Anda yang berpuasa dan tetap menjalankan aktivitas tinggi, cadangan energi yang cukup pastinya sangat dibutuhkan.
* Ahli Gizi Klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menjelaskan bahwa selama berpuasa, kadar energi dalam tubuh rendah karena tidak ada asupan sumber energi, yakni karbohidrat. Agar tubuh tetap segar, kuncinya menjaga kadar karbohidrat dalam darah tetap stabil dan tidak menurun drastis. Caranya dengan mengatur makan saat sahur dan berbuka puasa.
Pola makan saat sahur
* Saat sahur, setelah bangun tidur, makanlah makanan lengkap. Perbanyak sayur dan buah, minum air putih 4 gelas hingga waktu imsak, dan hindari gula -termasuk teh manis.
* makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Mengonsumsi karbohidrat kompleks membuat penyerapan di saluran cerna lebih lambat sehingga tak mudah lapar. Hindari konsumsi lemak jelek dan jenuh (kolesterol tinggi), termasuk gorengan karena akan membuat cepat haus," kata dr Sam pada Kompas Female, Selasa (10/8/2010).
* Sumber karbohidrat kompleks bisa didapatkan dari nasi merah, kentang yang dimakan dengan kulitnya, atau roti gandum.
* Hindari karbohidrat simpleks seperti tepung dan gula. Sedangkan asupan protein bisa dari ikan atau ayam.
* hindari lemak dengan kolesterol tinggi seperti kuning telur, cumi, udang, kepiting, atau jeroan. Karenanya, saat sahur perbanyak makan sayur dan buah.
* Menjelang imsak, tambah lagi asupan sumber energi karbohidrat kompleks dari buah berserat tinggi, seperti apel atau pir. Buah ini bisa dimakan langsung atau diblender (sari buah diminum bersama ampasnya) bersama kulitnya agar penyerapan oleh tubuh berlangsung perlahan dan menstabilkan gula darah. Pilihan buah lain bisa juga diganti dengan pisang dengan dimakan langsung.
"Jika banyak makan manis, termasuk teh manis, kadar gula darah memang akan melonjak naik namun akan cepat turun kembali. Siang menjelang sore tubuh sudah mulai lemas," imbuh dr Sam.
* Pola makan ini akan membantu tubuh Anda menjaga sumber energi dan menstabilkan gula darah. Meskipun saat berpuasa, gula darah cenderung akan turun namun tidak drastis dengan pilihan makanan yang tepat. Pengaruhnya, aktivitas sepanjang hari tidak terganggu karena cadangan energi masih membuat tubuh segar hingga berbuka.
Pola makan saat berbuka puasa
Saat datang waktu berbuka, kadar gula darah semakin rendah. Sebaiknya segera berbuka untuk meningkatkan kembali energi agar tubuh tidak lemas. Anda masih ingin menjalankan ibadah shalat tarawih dengan tubuh segar, bukan?
Makan dan minum yang manis saat berbuka sangat dianjurkan, namun pilih makanan dan minuman yang sehat. Ganti teh manis atau kolak dengan jus buah (sari buah) agar kadar gula naik dan tubuh kembali berenergi.
"Pilih buah tanpa serat karena tubuh butuh penyerapan yang cepat, yakni buah yang banyak airnya seperti jeruk, melon, dan semangka," kata dr Sam, menambahkan setelah berbuka dengan jus (sari buah) lanjutkan dengan makanan lengkap, dengan porsi yang sama seperti saat sahur.
Usai shalat tarawih, konsumsi buah dan sayur mengandung karbohidrat kompleks. Kali ini jangan dijus, tetapi makan langsung atau diblender besama kulitnya, seperti saat sahur. Jangan lupa minum empat gelas air putih saat berbuka hingga menjelang tidur.
Berpuasa menyehatkan, apalagi dengan asupan yang sehat.
Semoga bermanfaat ya.....Selamat berpuasa :)
sumber : kompas.com
Read more...
Search This Blog
Thursday, August 12, 2010
Makanan yang Bikin Tetap Segar Selama Puasa
Sunday, August 1, 2010
Membiasakan Anak Hidup Bersama Al-Qur'an
Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak shalih shalihah merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua. Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada upaya keras dari orangtua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalahsegala hal tentang al-Quran karena ia adalah pedoman hidup manusia.
Rasulullah saw pernah bersabda (yang artinya): "Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca al-quran karena orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lindungan singasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya; mereka beserta para nabiNya dan orangorang suci."(HR ath Thabrani).
Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (QS Al-Isra: 9)
Sejak kapan al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasaý hidup bersamaý al-Quran; yakni ketika sang ibu yang mengandungnya, rajin membaca al-Quran.
7M Agar Anak Selalu Hidup Bersama al-Quran
1. Mengenalkan.
Saat yang paling tepat mengenalkan alQuran adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Sayang, banyak orangtua yang lebih suka menyimpan al-Quran di rak lemari paling atas. Sesekali perlihatkanlah al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik.
Mengenalkan al-Quran juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyah; bukan mengajarinya membaca, tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C. D.
Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak;
lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran.
2. Memperdengarkan.
Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, insya Allah memperdengarkan al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi. Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Ketika membaca al-Quran, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dari tenang. Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Pasalnya, secara teoretis kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi, khususnya perkembangan psikologisnya. Kondisi stres pada Ibu tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.
Memperdengarkan al-Qurari bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja; juga tidak mengenal batas usia anak. Untuk anak-anak yang belum bisa berbicara, insya Allah lantunan ayat al-Quran itu akan terekam dalam memorinya. Jangan aneh kalau tiba-tiba si kecil lancar melafalkan surat al-Fatihah, misalnya, begitu dia bisa berbicara.
Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat al-Quran (surat-surat pendek) kepadanya terbukti memudahkan sang anak menghapalkannya.
3. Menghapalkan.
Menghapalkan al-Quran bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek atau
potongan ayat (misalnya fastabiq al-khayrat, hudan li an-nas, birr al-walidayn, dan sebagainya).
Menghapal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. Lalu latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hapal di luar kepala. Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Orangtua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.
Agar anak lebih mudah mengingat, ayat yang sedang dihapal anak bisa juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam atau ketika naik mobil dalam perjalanan. Disamping anak tidak mudah lupa, hal itu juga sebagai upaya membiasakan diri untuk mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat. Nabi saw. bersabda: Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya hapalan Al-Qurýan itu lebih cepat lepasnya daripada seekor
unta pada tambatannya. (HR al-Bukhari dan Muslim).
4. Membaca.
Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka dia.akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif-lam-mim adalah satu huruf. Akan tetapi, alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf. (HR at-Tirmidzi).
Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca al-Quran. Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat. Orangtua penting memberikan contoh.
Jadikanlah membaca al-Quran, utamanya pada pagi hari usai shalat subuh atau usai shalat magrib, sebagai kegiatan
rutin dalam keluarga. Ajaklah anak-anak yang belum bisa membaca untuk bersama-sama mendengarkan kakakkakaknya
yang sedang membaca al-Quran. Orangtua mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kaidah-kaidah dan adab membaca al-Quran. Untuk bisa membaca al-Quran, termasuk mengetahui kaidah-kaidahnya, sekarang ini tidaklah sulit. Telah banyak
metode yang ditawarkan untuk bisa mudah dan cepat membaca. Ada metode Iqra, Qiroati dan sebagainya. Metodemetode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orangtua untuk mahir membaca al-Quran.
Alangkah baiknya membaca al-Quran ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak di bawah bimbingan orangtua. Ketika seorang anak membaca, yang lain menyimaknya. Jika anak salah membaca, yang lain bisa membetulkan.Dengan cara itu, rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan al-Quran sehingga berkah.
5. Menulis.
Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca al-Quran. Diktekan kepada anak kata-kata tertentu yang mempunyai makna. Dengan begitu, selain anak bisa menulis, sekaligus anak belajar bahasa Arab. Mulailah dengan kata-kata pendek. Misalnya, untuk mengenalkan tiga kata alif, ba, dan dal anak diminta menulis a, ba da (tolong tuliskan Arabnya, ya: a-ba-da) artinya diam; ba-da-a (yang ini juga) artinya mulai; dan sebagainya. Sesekali di rumah, coba adakan lomba menulis ayat al-Quran. Berilah hadiah untuk anak yang paling rapi menulis. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf al-Quran, ia bisa diajari lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi.
Rangkaian huruf menjadi suku kata yang mengandung arti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosakata,
di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan serta
mengembangkan cita rasa seni mereka. Jadi, tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf-alQuran semata.
6. Mengkaji.
Ajaklah anak mulai mengkaji isi al-Quran. Ayah bisa memimpinnya setelah shalat magrib atau subuh. Paling tidak, seminggu sekali kajian sekeluarga ini dilakukan. Tema yang dingkat bisa saja tema-tema yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari.
Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat al-Quran ini, sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga. Sekali waktu, tema yang akan dikaji bisa diserahkan kepada anak-anak. Adakalanya anak diminta untuk memimpin kajian. Orangtua bisa memberi arahan atau koreksi jika ada hal-hal yang kurang tepat. Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi al-Quran.
7. Mengamalkan dan memperjuangkan AI-Quran.
AI-Quran tentu tidak hanya untuk dibaca, dihapal dan dikaji. Justru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia.
Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. Insya Allah, hal ini akan memotivasi anak.
Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para Sahabat dulu yang sangat teguh berpegang pada alQuran; ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar al-Quran tegak dalam
kehidupan. *Halalguide.info
Oleh: Zulia Ilmawati (Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)
sumber : http://hidayatullah.or.id
Read more...
Saturday, July 31, 2010
Membiasakan Membaca Al-Qur’an Sejak Dini
Membiasakan Membaca Al-Qur’an Sejak Dini
Menjadi kebahagiaan tersendiri, manakala menyaksikan putra-putri kita telah lancar membaca Al-Qur’an. Ya, setiap orang tua pastinya mendambakan putra-putrinya tumbuh menjadi anak yang shaleh. Salah satu indikasinya adalah kemampuan untuk membaca Al-Quran dengan baik, benar, dan lancar. Al-Qur’an adalah pedoman hidup kaum muslimin, di mana Rasulullah pernah bersabda, bahwasanya umat ini tidak akan tersesat manakala ia berpegang teguh pada Al-Quran yang Rasulullah wariskan.
Setidaknya ada empat kewajiban kita terhadap Al-Qur’an. Yang pertama adalah membacanya. Kedua mempelajari artinya agar kita memiliki pemahaman yang utuh. Ketiga menghapalkannya. Keempat mengamalkan kandungan isi yang ada di dalamnya.
Yang menjadi persoalan kemudian, bagaimana mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an khususnya kepada anak-anak kita. Apakah hal ini merupakan perkara yang pelik dan sukar?
Jika kita melihat sejarah, bahwasanya ulama generasi awal, tidak saja sudah bisa membaca Al-Quran pada usia kanak-kanak, melainkan pula sudah bisa menghapalkannya. Imam as-Syafi`e, as-Sayuti, Ibnu Sina adalah contohnya. Bahkan Ulama masa kini pun –Syaikh Yusuf Al Qardhawi- telah menghapal Al-Qur’an secara sempurna sebelum usianya genap sepuluh tahun. Dalam pada itu, Allah Swt. telah memberikan jaminan bahwa mempelajari Al-Qur’an adalah hal yang mudah. Firman Allah Swt “…dan sesungguhnya Kami mudahkan al-Quran itu untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pengajaran...” (Surat al-Qomar, ayat: 13) menunjukan hal tersebut.
Jika mengacu pada teori The Golden Age (masa keemasan), sebagai periode yang amat penting bagi seorang anak, sejatinya masa kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengajarkan membaca Al-Qur’an sejak dini. Dengan memberikan stimulan yang tepat sejak dini, otak akan mampu menyimpan memori luar biasa. Hal ini akan sangat berguna di masa dewasa kelak, ketika simpul memorinya disentuh kembali. Karenanya, pendidikan pada masa keemasan (rentang usia 0-6 tahun) sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya
Berbagai penelitian membuktikan betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai yang baik pada seorang anak dalam periode usia keemasan itu. Kecerdesan seorang anak, menurut penelitian, mencapai 50 persen pada usia 0-4 tahun. Hingga usia 8 tahun kecerdasannya meningkat sampai 80 persen, dan puncaknya (100 persen) di usia 18 tahun.
Hal yang menguntungkan kita sebagai orang tua adalah sudah tersedianya metode yang dikembangkan untuk mempelajari Al-Quran untuk anak-anak. Ada metode Iqro, Al-Barqi, Quantum Reading Qur’an, dan sebagainya. Namun, metode saja tidak cukup, karena ia adalah salah satu bagian sarana untuk membiasakan membaca Al-Qur’an sejak dini.
Banyak faktor yang akan menunjang membiasakan membaca Al-Qur’an sejak dini. Dalam satu tulisannya, Drs. Mustofa AY, mengenalkan RUMUS ABCD. Berikut uraiannya:
R = Rumah. Maksudnya rumah adalah pusat pendidikan sejati.
U = Usaha. Maksudnya ilmu itu dipelajari.
M = Metodis. Maksudnya metodenya cocok dan meyenangkan
U = Upah. Maksudnya setiap prestasi anak hendaknya dihargai (dicium, peluk yang hangat, dan dipuji).
S = Sabar. Maksudnya ibu dan bapak harus betul-betul sabar. Ibu dan Bapak tidak boleh mengatakan jangan nakal sambil berlaku nakal (misalnya mencubit, memukul, menjewer, atau marah-marah).
A = Ajeg. Maksudnya pemberian stimulasi hendaknya diberikan secara ajeg, walaupun sangat sebentar.
B = Bermain. Maksudnya stimulasi diberikan sambil bermain. Dengan demikian, anak senang, orangtuapun senang.
C = Contoh. Maksudnya orang tua hendaknya menjadi contoh atau mentor.
D = Do'a. Maksudnya orang tua berdo'a untuk kesusesan anak. Di samping segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan do'a.
Ternyata faktor orang tua sangat berperan dalam hal ini, untuk ”menciptakan” lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya harapan mulia ini. Berikut hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Al Hakim ”Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkan isinya, maka pada hari kiamat dia diberi mahkota dari cahaya, yang sinarnya seperti sinar matahari, dan kedua orang tuanya diberi dua lembar pakaian yang tidak mampu dikenakan dunia. Kedua orang tuanya itu bertanya, ’Mengapa kami diberi pakaian ini?’ ada yang menjawab, ’Karena anakmu yang membaca Al-Qur’an’.”
Tak inginkah kita menjadi orang tua yang mendapat balasan begitu indah dari Allah Swt. di hari perhitungan kelak?
sumber : http://dikiesweethome.multiply.com/
Read more...
Monday, June 29, 2009
10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.
Artikel saya yang sebelumnya mengenai 10 hal sikap hidup bahagia memberikan step-step atau langkah-langkah dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup didunia. Apakah itu masalah pribadi atau masalah khalayak umum. Kalau dijabarkan tentu banyak point-point permasalahannya :). Kita ambil saja contohnya masalah yang kecil tapi bisa jadi besar seperti digosipin/diejek oranglain(tetangga, teman sekantor atau teman sekolah,dll). Hal seperti itu jgn terlalu dipusingin/ditanggapi asalkan tidak merugikan nama baik kita,cuekin aja.serahkan semua urusan pada Allah,yang penting kita ttp berbuat baik pada orang tsb,dan tetap disayang dan dicintai Allah. Nah postingan kali ini bagaimana sikap kita agar dicintai oleh Allah...(Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh)
Sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara-cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.
Pertama,
membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]
Kedua,
mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.
Ketiga,
terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sesuai dengan kadar dzikir kepada-Nya.
Keempat,
lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.
Kelima,
merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).
Keenam,
memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
Ketujuh,
inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.
Kedelapan,
menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
Kesembilan,
duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
Kesepuluh,
menjauhi segala sebab yang dapat menghalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.
Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Read more...
Tips-tips dan Sikap Agar Hidup Bahagia
Bahagia...satu kata ini sangat dasyat artinya, menyebut kata "bahagia" ini aja hati sudah merasa bahagia, siapa sih yang tidak mau hidup bahagia, tenang, dan damai...?pasti setiap orang mau dong :). Tapi hidup bahagia yang bagaimana yang diinginkan. Kata orang dengan harta hidup bisa bahagia? ofcourse that's right but harta tidak menjamin hidup seseorang bisa bahagia, lihat aja fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini salah satunya seperti kisah manohara. Berlimpah harta bak putri dalam dongeng, tapi hati merasa terpenjara. Ada beberapa sikap mungkin yang dapat kita coba agar hati tidak kalut dan tetap bahagia selain berdo'a dan melaksanakan perintah Allah, antara lain :
* Berpikirlah Positif
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif sementara saat kita berpikir
negatif secara terus-menerus artinya kita memberi makan rasa frustasi.
Negatifitas tidak pernah menjadi cara optimal dalam menangani situasi
apapun. Kenyataannya negatifitas membenamkan kita dalam
ketidakbahagiaan. Setiap keadaan batin yang negatif akan menular.
Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang
berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
* Jauhi urusan orang lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka
memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
* Hiduplah pada saat ini, bukan masa lalu.
Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan. jangan tergantung padanya.
Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang kita
miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally
present".
* Jadilah pendengar yang baik.
Saat menjadi pendengar. kita belajar dan mendapatkan ide-ide baru
berbeda dari orang lain.
* rasa Kuatir & Ketakutan
Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu
kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal
yang dikuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi ! It's all only in
your mind.
* Dendam
Dendam dan Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri kita
dan hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH. Bagaimana cara
membuangnya? Dengan membuangnya begitu saja, sama halnya seperti kita membuang bara panas dalam genggaman tangan.
* Berhentilah mengeluh
Mengeluh berarti selalu tidak menerima apa yang ada saat ini, secara
tidak sadar membawa-bawa beban negatif. Ketika mengeluh, kita
menjadikan diri kita sebagai korban. Apakah kita Bahagia dengan
memposisikan diri kita sebagai korban?
* Bila ada masalah, selesaikan satu per satu
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
* Tidurlah dengan nyenyak
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tak
sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
* Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa kita pada hal-hal
besar. Sekecil apapun karunia yg Anda terima (traktiran makan gratis
dari teman, senyum manis seseorang yang tidak dikenal, keluarga yg
mengasihi kita, bahkan cuaca cerah yang bersahabat dan masih banyak
lagi) akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa kita kepada
Kebahagiaan saat kita bersyukur.
Bersyukurlah setiap waktu, pagi, siang, sore malam, bahkan sepanjang hari bisa dengan membaca tahmid, tasbih, takbir dan alma'surat.
UBAHLAH SITUASI
Bila dengan 10 sikap hidup ini masih merasa bahwa situasi
kehidupan kita pada saat ini sudah tidak dapat ditoleransi lagi dan
membuat hati tidak berbahagia, mungkin bisa melakukan 3 opsi ini:
1. Menyingkirlah dari situasi itu
2. Ubahlah situasi itu atau
3. Terimalah situasi itu sepenuhnya
Jika kita ingin bertanggung jawab untuk hidup kita, kita harus
mengambil 1 dari 3 opsi itu dan terimalah konsekuensinya.
Bertanggung jawablah dengan (masa depan) hidup kita. Mengambil
tindakan adalah lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa, khususnya
jika kita terjebak dalam situasi tidak berbahagia sejak lama.
let's start now make our lives happier...:)
Read more...
Sunday, June 14, 2009
Menyiasati Anak yang Tidak Mau Makan Sayur
Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan sempurna adalah harapan setiap orangtua. Tak heran jika untuk mewujudkannya anak diberi makanan yang mengandung cukup gizi dan vitamin.
Salah satu cara untuk memenuhi kecukupan gizi dan vitamin adalah dengan mengonsumsi sayur. Namun bagi sebagian orangtua hal tersebut sulit dilakukan karena anak tidak suka makan sayur. Kalau sudah begini orangtua biasanya membujuk dengan iming-iming agar anak mau menyantap sayur.
Sebenarnya ada cara lain yang dapat di lakukan agar si buyung dan si upik mau makan sayur tanpa harus dibujuk, antara lain sebagai berikut :
1. Buatlah penyajian sayur semenarik mungkin. Misalnya, jika memasak sup, Anda bisa membentuk potongan wortel menyerupai bunga matahari atau menambahkan makaroni dengan bentuk yang menarik. Gunakan pula mangkuk yang cukup besar dengan motif atau gambar yang juga menarik untuk menimbulkan selera makan si anak.
2. Jika anak tetap tidak mau memakan sayur, Anda bisa menyajikan sayur tersebut dalam bentuk jus yang dicampur dengan es, misalnya wortel, tomat atau mentimun. Agar lebih menambah rasa, tambahkan sedikit gula atau madu yang juga baik untuk kesehatannya. Jangan lupa agar tampilannya menarik, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya.
3. Hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun sayur di atas piring sedemikian rupa sehingga menarik untuk dilihat dan disantap. Anda bisa menggunakan mentimun, wortel, buncis dan seledri untuk membuat wajah orang di atas piring. Berkreasilah semaksimal mungkin dengan sayur yang lain agar nafsu makan si anak bisa muncul. Terkait dengan poin di atas, Anda juga bisa mengajak si kecil untuk ikut berkreasi membentuk makannya menjadi sedap dipandang. Dari langkah ini pun diharapkan seorang anak akan terangsang daya imajinasinya.
4. Saat memasak, ajaklah si kecil untuk turut andil dalam kegiatan ini, misalnya mereka bisa membantu mencuci sayuran yang akan dimasak atau jika anak sudah cukup besar biarkan mereka memotong sayuran tersebut - dengan pengawasan orangtua tentunya. Biarkan pula mereka sesekali mengaduk sayur yang tengah dibuat. Dari sini diharapkan anak akan mencoba memakan apa yang telah dimasaknya.
5. Langkah terakhir yang dapat dicoba adalah dengan menyembunyikan sayur di dalam makanan mereka. Misalnya dengan memasukkan sedikit sayur di dalam roti isi. Selamat mencoba.
Sumber: http://www.depkes.go.id
Read more...
7 Tips Mencegah Masalah Pada Gusi
Saat membicarakan masalah kesehatan gigi, pasti dibenak anda akan terfokus pada masalah giginya sendiri baik itu gigi yang berlubang, gigi yang tidak rata dan lain sebagainya. Padahal disamping gigi, gusi juga memegang peranan yang sangat penting dalam hal kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Masalah gusi yang paling sering dialami pasien adalah bengkak dan berdarah. Gejala ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit gusi atau penyakit lain yang lebih berbahaya. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan masalah pada gusi antara lain kesalahan cara menyikat gigi, kesalahan cara membersihkan gigi, penyakit gusi dan sebagainya. Namun kali ini kita tidak akan membahas faktor itu satu satu melainkan lebih memfokuskan bagaimana cara atau tips untuk mencegah masalah yang timbul pada gusi anda.
Berikut 7 tips untuk mencegah masalah pada gusi anda :
1. Sikatlah gigi anda sekurang kurangnya dua kali sehari. Pastikan anda menyikat gigi dengan cara yang benar. Jika anda tidak tahu atau tidak memahami cara menyikat gigi yang benar, segera berkonsultasi dengan dokter gigi anda.
2. Bersihkan gigi dengan benang halus setiap hari. Dengan membersihkan sisa sisa makanan yang ada di sela sela gigi dan gusi setiap hari dengan benang halus maka anda dapat mencegah sedini mungkin gangguan pada gusi dan gigi. Benang pembersih gigi ini bisa anda peroleh di apotek terdekat.
3. Makanlah makanan yang bergizi. Makanan yang begizi disini termasuk vitamin C dan kalsium. Kedua zat ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.
4. Minumlah cukup air. Minum air yang cukup setelah makan akan sangat membantu membersihkan sisa sisa makanan pada gigi dan gusi. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah bakteri yang tinggal disana.
5. Katakan tidak untuk rokok. Berhentilah merokok saat ini juga karena merokok tidak baik untuk kesehatan gigi dan gusi anda.
6. Hindari makanan yang terlalu panas dan dingin. Makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin dapat merusak kesehatan gigi dan gusi anda. Apalagi anda saat ini sedang bermasalah dengan gusi dan gigi maka makanan yang hangat merupakan pilihan yang tepat.
7. Relaksasi. Jika anda stress, penyakit apapun akan timbul dan muncul dengan cepat termasuk penyakit pada gigi dan gusi. Hal ini karena peningkatan hormon stress yaitu kortisol. Hormon ini akan mengacaukan sistem normal tubuh anda dan memancing beberapa penyakit berbahaya.
Demikian sekelumit tips dari saya untuk menjaga gigi dan gusi anda tetap sehat.
*blogdokter*
Read more...
Thursday, June 11, 2009
Cara Mudah Memahami Pelajaran
Kecepatan otak kita menyerap informasi 1.287 km/jam. Artinya kapasitas dan kemampuan otak kita ini luar biasa. Bill Gates sampai mengatakan otak kita ini adalah raksasa yang tidur. Kenyataanya kita sangat amat teramat belum mampu memaksimalkan otak kita. Sebab jika arus informasi ini lancar, maka kita akan lebih mudah memahami dan belajar apapun.Sangat penting, kita sebagai manusia pembelajar untuk mengetahui arus informasi sampai dikelola oleh otak kita.
Perjalanan informasi ini sangat menarik untuk divisualiasikan.Pertama informasi yang di dapat dari indera kita akan melewati batang otak yang disebut otak reptil. Otak reptil ini menguasai dunia fisik. Artinya kalau informasi yang masuk dalam otak kita dan lingkungan kita memuaskan otak reptil kita maka informasi tersebut akan diterima dengan baik. Coba bayangkan anda sedang lapar lalu makan di warung yang panas, bau, dan banyak lalat. Seenak apapun makanan kita, pasti otak reptil kita memerintahkan kita untuk ‘get out from here’. Bandingan dengan kita makan di restoran yang sejuk, asri dan nyaman. Pasti kita nikmat menikmati hidangan.Setelah informasi tersebut memuaskan otak reptil, maka diteruskan ke otak limbic atau mamalia. Otak limbic ini menguasai dunia emosi. Artinya kita sebagai penerima informasi harus mempunyai kondisi emosi yang stabil. Kita tidak dalam kondisi stress, tertekan, dan tegang. Kondisi emosi kita harus positif, maka otak mamalia akan terpuaskan. Contoh mudahnya, sebagai pelajar berangkat pagi ke sekolah dengan ceria, dapat dukungan dari orangtua, PR sudah dikerjakan. Pasti begitu mengikuti pelajaran di kelas, biasanya lancar. Beda dengan sebelum berangkat sudah dimarahi oranguta, PR belum dikerjakan dan ada masalah dengan teman. Saat menerima informasi dari guru, biasanya tidak lancar.Setelah lolos dari otak limbic, maka informasi akan masuk ke otak yang disebut neo cortex. Neo cortex ini adalah sang pemikir. Artinya sesulit apapun informasi yang diterima, apabila memuaskan otak reptil, memuaskan otak, maka neo cortex akan mempunyai potensi yang besar untuk menganalisa informasi yang sulit itu.Jadi bisa disimpulkan, bila kita sebagai pelajar menerima informasi tentang rumus-rumus yang memusingkan akan menjadi mudah kita memahami matematika, bila otak reptil dan otak limbic terpuaskan.Jadi ada tiga kata kunci yang penting untuk memudahkan kita belajar, yaitu LINGKUNGAN NYAMAN, EMOSI POSITIF, dan KEMAMPUAN BERPIKIR.
Read more...
Tuesday, June 9, 2009
Tips aman anak-anak berenang dengan Ban
Bagi para orang tua yang ingin mengajari anak balitanya berenang, mungkin ada manfa'atnya tips dibawah ini yaitu cara aman berenang dengan menggunakan alat bantu berupa Ban atau pelampung khusus buat anak-anak.
Tips aman berenang dengan Ban
• Pilih ban renang yang pas dengan ukuran anak.
• Bagi si < 1 tahun, pilihban kecil dengan penyangga kaki yang memenuhi standar keamanan. Untuk anak di atas 3 tahun, pilih ban tanpa penyangga kaki.
• Pakaikan ban dengan benar (tubuh anak masuk ke dalam lingkaran ban). Hindari mendudukkan si kecil di atas ban, meski Anda mendampinginya.
• Dampingi anak saat berenang. Jangan biarkan dia berenang terlalu jauh meski menggunakan ban. Sebaiknya batasi si balita agar berenang di bagian kolam renang anak (kedalaman 30-50 cm).
MANFAAT RENANG
* Menghilangkan rasa takut pada air banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.
* Sarana bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.
* Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.
* Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.
* Kemampuan social berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.
LANGKAH BELAJAR RENANG
* Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya.
* Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain: - Kedalaman kolam Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal. - Suhu air Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit. - Kejernihan air Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa. Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya. - Lantai kolam Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset.
* Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam.
* Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih “mengapung”. Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil.
* Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam.
* Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan.
* Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air. Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan.
USIA TEPAT BERLATIH RENANG LALU
kapan, sih, bayi sudah bisa diajari berenang di kolam? yang paling pas adalah di usia 9 bulan, tak lain karena di usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak sendiri dan relatif kuat menyangga tubuhnya saat berdiri. Namun, tentu saja proses belajarnya harus dibedakan dari proses belajar yang diterapkan pada anak yang lebih besar. Jika yang berperan sebagai pelatihnya adalah orang tua sendiri, biasanya bayi akan lebih senang, hingga bisa lebih mudah dan cepat proses belajarnya.
MESTI PROPORSIONAL
Pada prinsipnya, setiap aktivitas olahraga adalah baik. Manfaatnya akan maksimal jika kegiatan ini dilakukan secara teratur dan proporsional. Jadi, ada batasan-batasannya, yaitu latihan tidak melebihi kemampuan bayi karena bisa berakibat buruk. Antara lain daya tahan tubuhnya bisa merosot karena terlalu dipaksakan. Menurutnya, frekuensi olahraga yang baik bagi kesehatan adalah tiga kali setiap minggu. Waktunya cukup sekitar 10-15 menit saja. “Jangan terlalu lama karena bayi cepat capek meski cepat juga pemulihannya. Kalau dia enggan, ya jangan memaksakan diri. Juga kalau bayi capek, jangan dipaksakan. Nanti malah sakit.”
sumber:Nakita
Read more...
Monday, June 1, 2009
25 Poin Penting bagi Para Orang Tua
1. Penuhi Harapannya.
Sempatkan setidaknya 1-2 jam dalam seminggu untuk mengerjakan apa saja yang anak ingin lakukan, tanpa interupsi dari siapa pun atau gangguan dalam bentuk apa pun. Termasuk bila ia ingin bermain game yang tak Anda sukai, atau permainan yang Anda anggap sia-sia seperti membangun balok bertingkat lalu merobohkannya lagi.
2. Say I Love You!
Biasakanlah memulai dan mengakhiri hari yang dilalui dengan mengucapkan "I love you." Sebagai orang tua Anda mungkin sering berpikir, menunjukkan kasih sayang cukup lewat tindakan. Nyatanya? Anak membutuhkan, bahkan mendambakan ucapan tulus untuk benar-benar disayangi orangtuanya.
3. Prioritaskan Keamanan.
Jangan lengah mengantisipasi, apa yang kira-kira akan dilakukan anak lalu segera pasang pengaman. Bila Si Kecil berusia 9 bulan dan sudah mulai belajar berdiri, artinya sudah saatnya untuk selalu menutup pagar, memasang bantalan khusus di sudut-sudut meja yang lancip, dan menyingkirkan panci-panci panas dari atas kompor ke tempat aman yang tak mudah diraihnya.
4. Pujilah Pasangan.
Jangan pernah mengakhiri hari tanpa mengakui peran pasangan dalam kehidupan buah hati Anda. Lakukan setidaknya sekali dalam satu hari.
5. Pilih TPA (Tempat Penitipan Anak) Yang Baik.
Jangan pernah ragu untuk menghabiskan waktu mendatangi sekaligus mengamati bagaimana anak-anak menghabiskan waktunya di TPA untuk bermain dan beraktivitas. Jangan segan-segan pula menggali informasi sebanyak-banyaknya dari pimpinan maupun staf pengasuh TPA mengenai fasilitas yang tersedia. Pendek kata, bersikaplah cermat sebelum menentukan pilihan, tak ubahnya seperti Anda hendak membeli mobil baru yang mahal harganya.
6. Tinggalkan Arena.
Bila Si Kecil sudah mampu "mencairkan" susana dengan lingkungan yang baru dimasukinya, segeralah menjauh. Terlalu banyak interaksi langsung berupa tatap muka hanya akan memperbesar situasi penuh konflik.
7. Jangan Langsung Menghukum.
Ibaratnya, setiap anak memiliki sebuah cangkir yang perlu diisi dan diisi lagi dengan cinta, perhatian, limpahan kasih sayang, dan penghargaan. Hari-hari yang menyebalkan, dunia yang kasar dan mendatangkan frustrasi akan langsung membuat cangkirnya kosong.
Jika Si kecil berulah, peluklah ia, dengarkan apa yang dikatakannya, dan habiskan waktu bersamanya. Selepas itu ia akan menunjukkan sikap kooperatif, sehingga Anda berdua jadi semakin akrab.
8. Jangan Asal Meninggalkan.
Jika Anda sedang memandikan Si Kecil, jangan pernah sekalipun mengangkat telepon yang berdering atau melakukan pekerjaan sambilan lainnya. Tanpa pengawasan Anda, kecelakaan sangat mungkin terjadi hanya dalam hitungan detik!
9. Lihat Perspektif Lain.
Sekali dalam seminggu cobalah abaikan pelanggaran- pelanggaran kecil yang dilakukan anak seperti tatakrama di meja makan, lupa membersihkan ceceran makan, dan lainnya. Ingat, Anda juga bukan pribadi yang sempurna, kan?
10. Sempatkan Istirahat.
Bila ngotot ingin mematuhi jadwal tidur, Anda akan mudah terjaga dan ini akan membuat mental rapuh, yang ujung-ujungnya berpeluang menyebabkan depresi pascamelahirkan, lho! Jadi, sempatkan tidur dan istirahatlah ketika bayi Anda tertidur pulas.
11. Jangan Panik!
Tak perlu kelewat panik bila Si Kecil hanya mau makanan yang itu-itu saja. Anak tak akan kelaparan, kok. Jadi, jangan bosan menawarkan makanan yang beragam dalam porsi kecil tapi sering. Yang jelas, beri contoh dan biarlah ia melihat sendiri betapa Anda menyukai sayur mayur yang selama ini tak disukainya.
12. Lakukan Sekarang, Bicarakan Nanti.
Tegurlah langsung dan tunjukkan respons Anda sesegera mungkin ketika anak berperilaku menyimpang. Membahas secara panjang lebar soal insiden itu bisa menyusul, di mana Anda juga perlu menegaskan lagi sejumlah aturan dan apa yang Anda harapkan dari Si Kecil.
13. Jadilah Mainan Favorit Si Kecil.
Daripada sibuk mencarikan Si Kecil mainan mahal, mengapa Anda tidak menghiburnya sendiri? Anda bisa bergerak sesukanya, menirukan bebunyian, menari, menyanyi, melakukannya bergantian, dan menanggapi apa yang diperbuatnya. Anda justru akan tampil hangat, penuh kelembutan, sekaligus menjadi mainan yang dijamin aman bagi Si Kecil.
14. Amankah Mobil Anda?
Pastikan berulang kali kondisi jok mobil Anda benar-benar aman bagi Si Kecil. Jok khusus anak yang disetel tidak semestinya sering menjadi penyebab kecelakaan. Kapanpun Anda mengajak anak berkendara, pastikan segalanya sudah pada tempat yang semestinya, ya!
15. Bersikaplah Romantis.
Sempatkanlah bersenang-senang berdua bersama pasangan. Tunjukkan kemesraan suami-istri, misalnya dengan mencium Si Dia di depan anak, dan biarkan anak mendengar Anda membisikkan "I love you" pada pasangan dengan mesra.
16. Bawa P3K Di Tas.
Jangan lupa, bawalah selalu penawar mual/ muntah di dalam tas tangan Anda. Di rumah mungkin selalu tersedia, tapi siapa tahu Anda pun membutuhkannya saat di perjalanan. Terlebih bila dokter menyarankan demikian.
17. Susunlah Album Foto.
Paling tidak sisihkan selama 2 jam dalam sebulan untuk menyusun foto-foto agar menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh anggota keluarga. Selagi mengumpulkan foto-foto dan barang-barang suvenir, bukankah Anda jadi punya waktu merefleksikan kembali hal-hal berharga dalam hidup?
18. Rawatlah Kulit Si Kecil.
Sediakan selalu baby oil atau krim pelembut dalam kemasan jumbo di meja kamar bayi. Pijatlah kedua kakinya secara bergantian sambil mengoleskan krim pelembut setiap kali mengganti popok atau baju.
19. Sah Saja Memberi Julukan.
Panggilah Si Kecil dengan sebutan khusus yang mencerminkan uniknya hubungan Anda dengannya. Seorang anak yang punya banyak nama panggilan merupakan anak yang senantiasa disayangi dengan berbagai cara.
20. Cermati Label Kemasan Makanan.
Bacalah label di setiap kemasan makanan untuk anak yang Anda beli. Pastikan Anda tahu persis apa yang dimakan Si Kecil, terutama bila ia mengidap alergi terhadap jenis bahan pangan tertentu.
21. Kompak Di Depan Anak.
Sekalipun Anda dan pasangan berbeda pendapat mengenai strategi mengatasi kenakalan anak, tetaplah bicarakan dan baca berbagai sumber mengenai hal itu sampai Anda berdua mencapai kesepakatan atau menemukan kompromi dan solusi terbaik.
22. Jangan Lewatkan Ritual Keluarga.
Seminggu sekali lakukan aktivitas bersama, seperti membaca buku dengan suara keras, berjalan-jalan, menjelajahi hutan, atau menikmati sarapan hari Minggu di kedai makan yang sama. Percayalah, pengalaman khusus ini akan meninggalkan kesan mendalam di ingatan anak-anak.
23. Cegah Tindak Kekerasan Sejak Awal.
Jangan pernah biarkan anak memukul atau menendang Anda, sekalipun saat itu ia begitu marah atau frustrasi. Segera tahan tangan atau kakinya cukup kuat, sehingga ia tak bisa melancarkan aksinya. Katakan dengan tegas dan suara lantang, "Kamu tidak boleh memukul Ibu."
24. Asah Kepekaan Seninya.
Ajari Si Kecil nyanyian-nyanyian sederhana atau puisi khusus untuk anak-anak. Melantunkan lagu dan puisi sungguh menyenangkan sekaligus mengasah keterampilan Si Kecil dalam mengatur intonasi yang kelak dibutuhkannya dalam membaca.
25. Jangan Langsung Menggendongnya.
Ketika bayi terbangun, jangan langsung menggendongnya. Membiarkannya belajar menenangkan diri sendiri merupakan kunci penting agar ia tak rewel di saat tidur malam. Tak perlu resah bila ia langsung tertidur pulas saat Anda menyusuinya atau memberinya susu botol sebelum waktu tidur. Sengaja mengganti popok biasanya merupakan cara ampuh untuk membuatnya terbangun.
Navigasi
My contact
| Check Page Rank of any web site pages instantly: |
| This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service |
