Search This Blog

Tuesday, July 7, 2009

KECEMBURUAN BURUNG HUD-HUD TERHADAP PENYELEWENGAN TAUHID

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah An-Naml ayat 20-26 tentang pembicaraan Nabi Sulaiman 'alaihissalam dengan burung Hud-hud :
"Artinya : Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata : "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud apakah dia termasuk yang tidak hadir.
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan yang terang".

Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata : "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya ; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah ; dan syaithan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.

Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar" [An-Naml : 20 - 26]

Tergerak dari sebuah rasa kecemburuan terhadap penyimpangan aqidah dalam hati seekor burung ketika ia merasa enggan melihat seseorang bersujud dan menyembah kepada selain Allah. Yang mana hal tersebut dilandasi dengan dasar ilmu bahwa penyembahan yang dilakukan kepada selain Allah adalah perbuatan sia-sia dan merupakan kebinasaan. Inilah suatu kebenaran yang nyata dan wajib untuk diketahui oleh semua orang.

(Kemudian timbul pertanyaan) bagaimana mereka bisa sujud kepada selain Allah, menundukkan kepala-kepala mereka dan merendahkan (dengan rasa hina) leher-leher mereka dihadapan mahluq--mahluq Allah ? semsestinya kepala-kepala dan leher harus terangkat, tubuh harus berdiri tegak dihadapan makhluk Allah. Karena seluruh mahluk adalah sama derajatnya dihadapan Allah dalam permasalahan ubudiyah (peng-hambaan) meskipun dalam masalah setatus derajat kehidupan di dunia mereka berada. Maka kening itu tidak boleh ditundukkan kecuali hanya kepada Allah saja, punggung tidak boleh dimiringkan dan ditundukan dengan rasa hina kecuali hanya kepada Dzat Yang Maha Pemberi Kehidupan. Itulah kemuliaan yang telah Allah berikan kepada manusia yang mulia. Ubudiyah (peribadatan) bagi manusia adalah sebuah kedudukan yang tinggi dan tidaklah dipilih hak dan pelaksanaan peribadatan itu kecuali oleh orang-orang yang berilmu.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah diberikan penawaran oleh Allah 'Azza wa Jalla antara menjadi seorang Raja (penguasa) dan Rasul (utusan) atau sebagai seorang Hamba dan Rasul (utusan). Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memilih sisi ubudiyah (penghambaan) yaitu sebagai seorang hamba yang di utus, karena beliau mengetahui hakikat dari ubudiyah, dan bagaimana mungkin beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengetahui hal tersebut sedangkan beliau adalah sebagai orang yang mengajarkan Al-Hikmah (Al-Qur'an dan Sunnah).

Pada hakikatnya burung Hud-hud ini adalah salah satu sosok makhluq Allah yang beriman, artinya bahwa ia tidak mengetahui yang patut disembah kecuali hanya Allah semata. Sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka" [Al-Isra : 44]

Dan sebuah kenyataan bahwa burung Hud-hud ini memiliki ilmu dan mengenal beberapa perkara yang samar dimana urusan tersebut tidaklah dikenal kecuali oleh kalangan Ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu). Tidaklah Hud-hud ketika melewati pada suatu kaum musyrik dengan sikap sebagaimana orang-orang yang tidak peduli dengan keberadaan kaum yang mereka lewat dihadapannya, tidak pula terburu-buru dalam menafsirkan keadaan kaum tersebut, dengan mengatakan : "Mereka adalah orang-orang bodoh dan dungu". Akan tetapi Hud-hud bergerak dan pergi dengan perlahan-lahan kemudian datang melaporkan kejadian yang baru ia saksikan kepada Nabi Allah Sulaiman 'Alaihi sallam dengan kabar yang yakin (tidak diragukan kebenarannya).

Ada pendapat yang mengatakan : Bahwasanya Hud-hud adalah hewan yang telah dipersiapkan secara khusus dan termasuk salah satu dari golongan pasukan Nabi Sulaiman yang bertugas khusus dalam hal pengintaian (menjaga serta mengawasi) dan memiliki kedudukan sebagai mahluk yang berakal dan berilmu.

Bisa jadi perkataan itu benar. Akan tetapi yang paling penting dalam kasus di atas adalah sikap marah dan perlawanan yang dimiliki dan diberikan oleh seekor burung terhadap penyimpangan tauhid yang terjadi. Sementara di lain pihak kita melihat dan menemukan sebagian manusia dari kalangan orang-orang Islam yang melewati dan melihat kejadian sebagaimana yang dialami burung Hud-hud ini tanpa ada rasa marah dan ingkar dalam diri mereka. Bahkan terkadang mereka membenarkan sikap orang-orang yang bersalah dan tersesat dari jalan tauhid.

Bagaimanakah seandainya burung Hud-hud ini melewati pada sebagian negeri-negeri kaum muslimin pada zaman sekarang dan melihat sikap mereka bergegas untuk mendatangi tempat-tempat yang diagungkan seperti perkuburan-perkuburan, kubah-kubah (sejenis bangunan untuk menutupi atas kuburan tertentu). Dan bagaimanakah seandainya Hud-hud mendengar teriakan-teriakan mereka yang muncul dari sebagian kaum muslimin yang menyeru kepada selain Allah ?!

Sungguh suatu realita pahit yang sangat disayangkan ; kapan kaum muslimin akan sadar dan memperhatikan hal ini .... kapankah pula para Da'i Islam memperhatikan hal ini??

Oleh : Syaikh Abdul Mu'min bin Muhammad An-Nu'man
Disalin dari Majalah : Al Ashalah edisi 15-16 hal 49-50, diterjemahkan oleh Majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyah Edisi : Th. I/No. 03/Dzulhijjah 1423/Februari 2003, hal 11-12. Terbitan Ma'had Ali Al-Irsyad - Surabaya]
Read more...

Kehidupan Bak Panggung sandiwara

sahabat blogger postingan kali ini mari kita mereenungi beberapa kalimat dari kehidupan kita didunia fana ini yang hanya sementara bak panggung sandiwara. Baru beberapa saat yang lalu, terdengar gegap gempita bumi dipenuhi tawa riang manusia. Derap membahana sang musik pecahkan keheningan malam. wajah-wajah lelah pulang dari mencari nafkah beradu dengan wajah-wajah sangar dan dekil sang penguasa jalanan.

Kelap-kelip lampu menerangi setiap sudut kota, hilir mudik pejalan tiada henti seperti arus deras tanpa kendali. Hingar bingar kehidupan malam telah dimulai. Sebuah kenistaan yang mereka nggap sebagai peradaban dimulai...

Akan tetapi....tiba-tiba waktu seakan terhenti, langit gelap, suara musik telah lenyap, hingar bingar hilang, senyap dan mencekam semakin dirasa.

Sungguh jiwa telah mempersaksikan bahwa hingar-bingar musik peradaban telah terganti sunyi senyap musik alam. Istana besar nan mewah hanya digadai lubang sempit ukuran 1-2 meter, sebuah rumah tanpa jendela, pintu , tikar, apa lagi lampu yang ada hanya pengap, gelap dan binatang tanah yang kan menemani dalam penantian keabadian itu.
Maka sungguh benar dalam firman Allah bahwa
"Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian"(Al-Imran:185)

Sebuah batas antara fana dan abadai itu tipis, hanya berbatas kematian yang setiap jiwa tidak pernah tau kapan nyawa akan diambil.

Hidup ini adalah panggung sandiwara yang setiap orang menjadi tokoh utama dalam kehidupannya masing-masing. Ridho tau murka adalah 2 apresiasi tas penampilan panggung sandiwara.

Jika malaikat telah merngkuh jiwa, maka terikan sang komandanpun tak terdengar, tau tangis pilu nan perih sang pap juga tidak terjamah.

Panggung sandiwara ini akan segera berakhir, akankah kita membuat sebuah cerita indah yang menginspirasi dan membelajarkan atau sebuah cerita duka yang diwarnai sifat buruk tanpa pernah disadari...?

Saudaraku,.. memiliki peran dalam panggung sandiwara itu hal yang pasti, tapi tokoh utama yang protagonis dengan happy ending itu daalah hasil ikhtiar dan tawakal.

Karena sungguh batas panggung sandiwara dan kehidupan abadai itu tipis. maka jangan samapi kita menyesal, saat sebuah masa atas nama permintaan tanggung jwab datang menjelang..

Persipakan dan bersiap siagalah, gunakan waktu saat berperan dalam panggung sandiwara ini dengan baik. sebelum nyawa ini diambil. atau kita akan menyesal nantinya.

wallahu alam bisahawab.
Read more...

Monday, July 6, 2009

Susu Sapi Bukan untuk Manusia

Sahabat blogger kali ini saya memposting tentang susu sapi berefek kepada manusia, apakah baik buat kita konsumsi atau tidak?...apa efek sampingnya bagi tubuh kita kalau meminum susu sapi? simak liputan berikut yang ditulis oleh dahlan iskan pada media jawa pos...semoga ada manfaatnya...
-----------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum
susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun:
begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa
manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar
Prof. Dr. Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle
of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia
dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi
penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga
ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat
berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak
bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu
tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa
mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang
seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk
pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim
induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum
susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus
terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan
operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini
sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman
menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian
dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang
Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus
mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan
penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan
kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang
ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan,
yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan
makanan/minuman yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul,
bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan
karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang
diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik,
digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia
lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan
saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak
banyak. Akibatnya, pertu mbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan
tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul,
dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti
daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi
tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan.
Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh
makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya
rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia
minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya
mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh
gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur
untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya
memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak
"lomba lari" oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga.
Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan.
Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk
makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih
lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan
enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan
bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah
jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia,
ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga
menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat
atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut
kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat,
tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah
diberi "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu
yang tersimpan di dalam "lumbung enzim-induk" . Enzim-induk ini setiap
hari dikeluarkan dari "lumbung"-nya untuk diubah menjadi berbagai
macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan
yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati,
menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan
langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa
ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik
dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah
dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia
memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka
mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri
sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena
itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan
lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka.
Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya,
mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah.
Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang
melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu
harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya
juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk
mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang
kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti
itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi
belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu
sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja
tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek"
itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan "pengobatan" seperti
itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia
selesaikan dengan "pengobatan" alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah
gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya
sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari
satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya
melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke
jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian
juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang
menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru
bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru
turun lagi sebulan ke depan.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus
makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau
hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme
dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah….. gan pei!
--------------------------------------------------------------------------------------
wallahu'alam ya sahabat blogger sekalian, apakah benar atau tidak minum susu sapi itu tidak baik buat manusia. Mungkin sahabat ada info yang bisa menambahkan, silahkan, semoga bermanfaat buat kita semua pencinta susu. Apalagi yang punya balita dan anak kecil.

sumber: Jawa Pos, 15 Mei 2009
Read more...

Sunday, July 5, 2009

Beberapa Perkara Pembatal Amalan

Alhamdulillah shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi-Nya dan hamba-Nya yang tidak ada nabi setelahnya, juga kepada keluarga dan sahabatnya. amma ba'du
Sesungguhnya kebahagiaan abadi adalah di surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang tidak akan didapatkan oleh seorang hamba kecuali dengan menjauhi perangai yang dianggap baik oleh sebuah jiwa akan tetapi akan menggugurkan pahala dan amalannya.

Akan tetapi wahai hamba Allah, engkau berada di atas suatu ilmu yang terkumpul untuk-mu di lembaran ini yang dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al Kitab dan As-Sunnah sahihah :

1. Kufur dan syirik
Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan perjumpaan di hari akhirat, maka gugurlah amalan-amalan mereka, dan tidaklah mereka diberi balasan kecuali dengan apa yang telah mereka perbuat (al A'raf:174) dan juga firman-Nya " dan telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu, jika kamu berbuat syirik, niscaya gugurlah amalan-amalanmu dan tentulah kamu menjadi orang yang merugi " (az Zumar: 65)

2. Murtad
Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
" Barangsiapa yang murtad diantara kalian dari agamanya kemudian mati dakan keadaan kafir, mereka itulah yang gugur amalan-amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka adalah penghuni neraka serta kekal di dalamnya." (Al Baqarah : 217)

3. Nifaq dan Riya'
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Sesungguhnya dari yang saya takutkan terhadapmu adalah syirik kecil, yaitu riya". Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman (dalam sebuah hadits qudsi) pada hari kiamat, "Jika Allah memberi balasan kepada manusia dari amalan-amalan. Maka pergilah kalian kepada amalan yang kamu berbuat ria di dunia, maka lihatlah apakah kalian mendapatkan padanya pahala" (dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan al Baghawi dari hadits Mahmud bin Labid dengan sanad shahih menurut syarat Imam Muslim)

5. Mengungkit-ngungkit pemberian
Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian gugurkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebut (pemberian) dan menyakiti (hati penerima) (Al Baqarah : 264).

Dan dari Abu Umamah Radiyallahu 'anhu berkata Nabi shalallahu 'alahi wasallam bersabda:
"Tiga perkara yang Allah tidak akan terima penolakan dan penebusan yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, pengungkit-ngungkit pemberian dan orang yang mendustakan takdir (dikeluarkan oleh Ibnu Abi Ashim dan Thabrany dengan sanad hasan)

6. Mendustakan Takdir
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Kalau seandainya Allah mengadzab penduduk langit dan bumi niscaya dia akan mengadzabnya sedang Dia tidak sedikitpun berbuat dzalim terhadap mereka, dan seandainya Dia merahmati mereka niscaya rahmat-Nya lebih baik dari amalan-amalan mereka. Seandainya seseorang menginfaqkan emas di jalan Allah sebesar Gunung Uhud, tidaklah Allah akan menerima infaq tersebut darimu sampai engkau beriman dengan takdir, dan ketahuilah bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpamu tidak akan menyelisihimu, sedang apa yang (ditakdirkan) tidak menimpamu maka tida akan menimpamu, kalau seandainya engkau mati dalam keadaan mengimanai selain ini (tidak beriman dengan takdir), niscaya engkau masuk neraka (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dan Ahmad, hadits ini shahih)

7. Meninggalkan shalat Ashar
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam :
"Orang yang meluputkan dari shalat ashar maka seolah-olah dia kehilangan keluarga dan hartanya (yakni tinggal sendirian tanpa harta dan keluarga), (Dari hadits Ibnu Umar, mutafaq 'alaihi), dan juga sabda beliau "Barangsiapa meninggalkan shalat ashar maka sungguh gugurlah amalannya (Bukhari dari hadits Buraidah)

8. At Ta'ly atas Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Sesungguhnya seseorang yang berkata, Allah tidak akan mengampuni terhadap si fulan, maka Allah berkata, Barangsiapa beranggapan atas-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan, maka sungguh Aku telah mengampuni si fulan, dan engkau telah menggugurkan amalanmu, atau sebagaimana beliau katakan (dikelurkan oleh Muslim dari hadtis Jundub bin Abdullah Radhiyallu anhu)
At Ta'ly atas Allah yaitu : berkata tentang Allah tanpa ilmu, menyepelekan luasnya rahmat Allah dan bersumpah bahwa Allah tidak akan mengampuni terhadap seseorang.

9. Menyelisihi Rasul shalallahu 'alaihi wasallam -baik ucapan maupun amalan-
Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
"Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian angkat suara-suaramu diatas suara Nabi dan jangan kalian mengeraskan suara kepadanya layaknya seorang diantara kalian terhadap yang lainnya, sehingga akan gugurlah amalan-amalan kalian dalam keadaan kalian tidak menyadari" (Al Ahzab : 2).

Dan firman-Nya :
"Hai orang-orang beriman taatilah Allah dan Rasul-Nya dan jangan kalian gugurkan amalan-amalan kalian" (Muhammad: 33)

10. Berbuat bid'ah dalam agama
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami ini, sesuatu yang tidak ada petunjuk agama padanya, maka itu tertolak (Mutafaq 'alaih dari hadtis Aisyah radhiyallahu 'anha) dalam riwayat Muslim disebutkan " Barangsiapa beramal dengan amalan yang bukan perintah kami maka itu tertolak "

11. Melanggar Ketentuan-ketentuan Allah di waktu sepi
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Sungguh aku mengetahui sebuah kaum dari umatku, mereka datang pada hari kiamat dengan kebaikan semisal gunung putih, kemudian Allah jadikan seperti halnya debu yang berterbangan" , berkata Tsauban, " Wahai Rasulullah, sifatkanlah tentang keadaan mereka kepada kami, dan supaya kami tidak termasuk dari mereka, dan sedang kami dalam keadaan tidak mengetahui", Beliau bersabda "Adapun mereka itu dari saudara kalian seagama, dan dari bangsa kalian, mereka mengambil bagian dari waktu malam sebagaimana juga kalian mengambilnya, akan tetapi mereka itu adalah sebuah kaum yang jika melewati larangan Allah mereka melanggarnya (Dikeluarkan oleh ibnu Majah dari hadits Tsauban Radhiyallahu 'anhu dan dishahihkan oleh al Mundziri dan Al Baushiri)

12. Gembira dan Bahagia dengan terbunuhnya seorang mukmin
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Barangsiapa membunuh seorang mukmin dan berharap akan terbunuhnya maka Allah tidak akan menerima darinya penolakan (adzab) ataupun penebusan. (dikelurkan oleh Abu Dawud dari hadits Ubadah bin shamit, hadits ini shahih).

13. Menetap di negeri-negeri kafir
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam :
"Allah Azza wajalla tidak akan menerima amalan dari seorang musyrik yang masuk Islam sampai memisahkan musyrikin kepada muslimin" (Dikelurkan oleh Nasai dan Ahmad dari Hadits Mu'awiya bin Hayidah radhiyallahu 'anhu dengan sanad hasan)

14 Mendatangi dukun dan tukang ramal
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam :
"Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari (dikeluarkan oleh Muslim)
dan sabdanya
"Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian membenarkan apa yang dikatakan maka sungguh telah kafir kepada yang diturukan kepada Muhammad (Al Qur'an), (dikeluarkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad, dari hadits Abu Hurairah, sahih)

15. Durhaka kepada kedua orang tua
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Tiga golongan yang Allah tidak akan terima dari mereka penolakan atau penebusan yaitu orang yang durhaka kepada kedua orang tua, pengungkit pemberian, dan pendusta takdir" (telah berlalu takhrijnya dipoint no.5)

16. Pecandu Khamar
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Barangsiapa meminum khamar Allah tidak akan terima darinya shalat empat puluh hari, apabila dia taubat, maka Allah terima taubatnya, apabila dia kembali berbuat maka Allah tidak akan terima lagi shalatnya selama 40 hari, dan apabila dia taubat maka Allah tidak akan terima taubatnya, dan Allah akan memberinya minum dari sungai Khibal", dikatakan kepadanya "wahai Abu Abdiraman , apa sungai khibal tersebut, dia berkata : yaitu sungai dari nanah penduduk neraka (dikeluarkan oleh Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Umar, dan dia shahih),
dan sabda Beliau Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Pecandu khamr, jika mati maka akan menemui Allah seperti penyembah berhala (dikeluarkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah dari hadits Ibnu Abbas, dan baginya ada syahid (penguat) dari hadits Abu Hurairah dikeluarkan oleh Ibnu Majah, secara keseluruhannya derajatnya hasan)
Berkata Ibnu Hiban : Serupa makna khabar ini dengan "Barangsiapa bertemu Allah dari pecandu khamr dengan anggapan halal meminumnya, seperti penyembah berhala, karena kesamaan keduanya dalam kekufuran."

17. Berkata dusta dan beramal dengannya
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka tidak ada kepentingan bagi Allah seseorang meninggalkan makan dan minumnya " (dikeluarkan oleh Bukhari)

18. Memelihara anjing kecuali anjing yang dididik untuk pertanian atau berburu
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Barangsiapa memelihara anjing, maka akan berkurang amalannya setiap hari sebear satu qiroth (dalam riwayat lain dua qiroth), kecuali anjing untuk menjaga kebun atau anjing penjaga ternak (mutafaq alaihi, dan riwayat kedua dari muslim)

19. Budak yang lari dari tuannya, tanpa karena takut atau keletihan dalam pekerjaan, sampai dia kembali kepada tuannya

20. Istri yang durhaka sampai kembali taat terhadap suaminya.
Berkata Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Dua golongan yang sungguh sangat merugi yaitu seorang hamba yang lari dari tuannya sampai kembali kepada mereka dan seorang istri yang maksiat terhadap suaminya sampai dia kembali kepadanya (dikeluarkan oleh Hakim dan Thabrany dalam as shaghir, shahih)

21. Pemimpin yang dibenci kaumnya
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Tiga golongan yang sangat merugi yaitu seorang budak yang lari dari tuannya sampai dia kembali, seorang wanita yang bermalam dengan suaminya dalam keadaan (suami) murka padanya, dan seorang pemimpin yang dibenci kaumnya" (Dikeluarkan dan dihasankan oleh Tirmidzi)

Berkata Tirmidzi : "Sekelompok orang dari ahli ilmu membenci seseorang untuk memimpin sebuah kaum, yang mereka benci padanya. Apabila imam itu tidak dzalim, maka sesungguhnya dosa itu atas yang membencinya. Dinukilkan dari Manshur: Kami bertanya tentang perkara imam, maka dikatakan kepada kami: Pemimpin-pemimpin yang dzalim itu sangat menyusahkan, dan adapun yang menegakkan sunnah maka sesungguhnya dosa bagi siapa yang membencinya. "

22. Seorang muslim memboikot saudaranya muslim tanpa udzur syar'ie
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam
"Dibukakan pintu-pintu surga pada hari Senin dan Kamis dan diampunkan bagi setiap hamba yang tidak mensekutukan Allah dengan sesuatupun kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya ada kebencian" Beliau berkata, " perhatikanlah keduanya oleh kalian sampai mereka kembali rukun, perhatikanlah keduanya oleh kalian sampai mereka kembali rukun, perhatikanlah keduanya oleh kalian sampai mereka kembali rukun." (Dikeluarkan oleh Muslim dari hadits Abu Hurairah)

Wahai saudara seislam, ini adalah perbuatan-perbuatan yang dapat menggugurkan amalan-amalan, berada di depanmu. Dan bahayanya terhadap agamamu sangat jelas, maka jauhilah perkara tersebut dan berhati-hatilah darinya dan hendaklah hatimu tetap berharap kepada sesuatu yang memberi manfaat kepadamu di dunia dan akhirat, karena setiap hati butuh kepada tarbiyah supaya suci dan terus bertambah suci hingga sampai usia lanjut sempurnalah dan baiklah ia.

Ya Allah yang membolak-balikan hati tetapkanlah hati-hati kami atas agama-Mu, dan janganlah Engkau palingkan kami meskipun hanya sekejap saja.

Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali
Read more...

Saturday, July 4, 2009

Sikap Berhati-hati dan Tidak Tergesa-gesa Dalam Menata Urusan

Wahai sahabatku sekalian kembali pada pelayaran dan perenungan diri, kali ini saya mau share mengenai sikap dalam mengambil suatu tindakan atau keputusan mungkin pernah kita lakukan sebagai manusia biasa dan hamba Allah yang kerdil dihadapanNya dengan tergesa-gesa dan kurang berhati-hati, sehingga mengakibatkan kelalaian yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain. Terkadang kita lupa dan tidak sadar bahwa sikap tergesa-gesa itu ditiupkan oleh syaitan. Sebagaimana dalam hadist :
''Sikap berhati-hati itu dari Allah dan sikap tergesa-gesa itu dari syaitan'' (HR. Baihaqi dari Anas Bin Malik ra)
Padahal islam menyerukan agar kita senantiasa bersikap hati-hati dan waspada dalam segala urusan, melakukan pengamatan yang seksama dan pertimbangan yang tepat sebelum memutuskan berbagai perkara penting dalam kehidupan kita, dan melakukan perencanaan yang matang sebelum melaksanakan apa yang menjadi keinginan dan tekad kita. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa sehingga hasilnya kurang maksimal dan bahkan menimbulkan dampak buruk yang sangat fatal.

Sikap hati-hati dan waspada datangnya dari Allah, sebagai isyarat bahwa sikap berhati-hati merupakan kebaikan, faktor yang mengantarkanya adalah kebaikan, dan buah yang dihasilkan juga kebaikan. Dan sebagai etika kita terhadap-Nya kita hanya boleh menyandarkan hal-hal yang baik bukan hal-hal yang buruk.

Adapun faktor-faktor yang mengantarkan kita pada sikap berhati-hati antara lain:
1. Pemahaman yang mendalam
Dalam mengambil suatu keputusan agar kita tetap berhati-hati dan tidak tergesa-gesa diperlukanlah pemahaman yang luas tentang syariat dan sunnatullah karena dengan pemahaman ini kita akan mencapai apa yang kita inginkan tanpa adanya suatu keburukan didalamnya.

2. Kesabaran yang paripurna
''Bersabarlah terhadap apa yang merek katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik'' (QS. Al-Muzzammil: 10)
Dengan sikap sabar yang paripurna kita akan tetap berfikir cemerlang walaupun ketika ada masalah yang sangat besar sehingga tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

Manfaat sikap berhati-hati:
1. Meraih kecintaan Allah dan Rasulnya.
''Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu santun dan kehati-hatian'' (HR. Tirmidzi)

2. Meraih kebaikan dalam setiap urusan yang kita laksanakan.
''Sikap pelan-pelan dan hati-hati dalam segala urusan adalah suatu kebaikan, kecuali dalam beramal untuk akhirat'' (HR. Abu Dawud)

3. Mewujudkan keselarasan dengan fitrah agama.
''Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada seorangpun yang bersikap ekstrim terhadapnya melainkan ia akan kalah. Oleh karena itu, amalkanlah agama ini dengan tepat, amalkanlah dengan seimbang, berbahagialah, dan jadikan ibadah diwaktu pagi, sore, dan akhir malam sebagai penolongmu'' (HR. Bukhari)

4. Meraih kemuliaan, meminimalisir lawan, dan merealisasikan berbagai sikap kebaikan yang diwariskan oleh para Nabi.
''Bersikap hati-hati, berhemat, dan berpenampilan yang baik adalah salah satu bagian dari 24 bagian kenabian'' (HR. Thabrani)

Sikap tergesa-gesa datangnya dari syaitan dan sebagai isyarat bahwa sikap tergesa-gesamerupakan suatu keburukan, faktor yang menyebabkanya adalah keburukan, dan dampak yang diakibatkannya juga keburukan.

Faktor yang menyebabkan sikap tergesa-gesa:
1. Dorongan Nafsu
''Manusia diciptakan(bertabiat) tergesa-gesa'' (QS. Al-Anbiya: 37).
2. Tabiat Waktu.
3. Kejahilan atau kecerdasan emosional yang rendah.
4. Ketiadaan agenda yang jelas dan program yang matang.
5. Keengganan bercermin kepada orang yang lebih mengerti.
6. Melupakan sunnatullah di alam semesta.

Terapi dan langkah untuk menumbuhkan sikap kehati-hatian dan menghilangkan sikap tergesa-gesa:
1. Menyadari dampak buruk dari sikap tergesa-gesa.
2. Mengetahui berbagai manfaat dari sikap kehati-hatian dan kewaspadaan.
3. Memperhatikan pesan Al-Quran baik yang tersurat dan tersirat mengenai pentingnya sikap kehati-hatian serta tercelanya sikap tergesa gesa.

''Akan Aku perlihatkan kepadamu ayat-ayat-Ku, karena itu janganlah kamu memintaku mendatangkan azab dengan segera'' (QS. Al-Anbiya: 37)
4. Memperhatikan pesan-pesan dan teladan Nabawiyyah.
5. Meneladani ulama salaf dalam menangani segala urusan.
6. Berkonsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman.
7. Menetapkan strategi dan menyusun perencanaan yang matang dalam segala urusan.
8. Mengendalikan nafsu dan melatih kecerdasan emosional sehingga mampu bersabar.

Karna kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata. Apabila kita pernah tindakan yang tergesa-gesa tersebut, cepatlah kembali instropeksi diri dan berlindung kepada Allah Subhanahuwata'ala dengan mengucapkan ta'awuz. Dan jangan lupa memulai setiap suatu pekerjaan diawali membaca basmallah, supaya apa yang kita lakukan tetap dalam lindungan Allah,amin.
Read more...

Translation code

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Navigasi

My contact


Your Name
Your Email Address
Subject
Message
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]


"Award My Family In Diary"

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service