Search This Blog

Thursday, July 2, 2009

Kapan saat berbicara, kapan saat Diam

Bissmillahirrahmanirrohim

"Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada seorang hamba yang berbicara sehingga meraih keberuntungan dan diam sehingga mendapatkan keselamatan" (Diriwayatkan Abu Syaik dari Abu Umamah ra).

Hari ini saya memposting tentang begitu pentingnya kita memanage lidah kita antara diamkah atau berbicara?, seorang muslim hendaklah berusaha untuk menata ucapan yang dilakukan, bahkan Rasul memanjatkan doa kepada Allah agar melimpahkan rahmat-Nya...

kepada setiap hamba yang senantiasa menjaga dan memperhatikan ucapan dan diamnya. Dan sesungguhnya bencana sering kali terjadi karena diakibatkan lisanya.
1. Urgensi Rahmat Bagi Seorang Muslim
Hadist diatas menjadi motivasi bagi kita agar senantiasa menjaga dan memperhatikan lisan kita, dan diantara urgensi rahmat Allah bagi seorang muslim yang memperkuat motivasi antara lain:

a. Berkat Rahmat Allah kita bisa selamat dari kerugian dunia dan akhirat.
Firman Allah : ''Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatanya dan mengetahui bahwa mereka sesat, merekapun berkata, 'Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi Rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi'' (QS. Al-A'raf: 149).

b. Berkat Rahmat Allah kita bisa bersatu dan selamat dari perselisihan serta perpecahan.
Allah berfirman; ''Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi Rahmat oleh Tuhanmu'' (QS. Huud: 118-119)

c. Berkat rahmat Allah kita bisa selamat dari belenggu hawa nafsu.
Allah berfirman; ''Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'' (QS. Yusuf: 53)

d. Berkat Rahmat Allah kita bisa bersikap lemah lembut dan terhindar dari sikap keras dan kasar.

e. Berkat Rahmat Allah kita bisa saling menyayangi dan mengasihi.
Rasulullah bersabda; ''Sesungguhnya Allah ta'ala telah menciptakan seratus rahmat. Setiap rahmat memiliki tingkatan antara langit dan bumi, lalu dari seratus rahmat itu, Allah menjadikan satu rahmat untuk diletakan dibumi. Dengan Rahmat ini seorang ibu menyayangi anaknya, hewan dan burung saling menyayangi antara sebagian dengan sebagian yang lain'' (HR. Muslim)

f. Berkat rahmat Allah kita bisa masuk surga dan selamat dari siksa api neraka.

2. Perkataan yang mengundang keberuntungan.
Seorang muslim hendaknya berbicara bila mendatangkan keberuntungan dunia dan Akhirat, yakni selalu menjaga perkataanya sehingga apa yang terucap dari lisanya adalah ucapan-ucapan yang baik dan terpuji serta jauh dari penyakit lisan. Adapun syarat-syaratnya antara lain :

a. Hendaknya perkataan itu ada tujuan yang melatarbelakanginya, yaitu untuk meraih manfaat atau menolak bahaya.
''Lisan seorang yang cerdik berada dibelakang akalnya, apabila ingin berbicara ia kembali ke akalnya. Jika mendatangkan keuntungan ia akan berbicara, jika mendatangkan bahaya ia akan menahan diri. Sedangkan akal orang yang jahil berada dibelakang lisanya, ia akan selalu berbicara tentang semua hal yang terpampang didepanya''

b. Hendaknya perkataan itu diucapkan pada tempat dan waktu yang tepat sehingga mendatangkan manfaat yang besar.

c. Hendaknya perkataan itu diucapkan sebatas kebutuhan.

d. Memilih kata-kata yang hendak diucapkan karena lisan adalah identitas seseorang.

3. Kapan Sebaiknya Kita Diam Agar Selamat dari Fitnah dan bencana?
Allah berfirman; ''Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara'' (QS. Ar-Rahman: 3-4)
Hal ini juga dipertegas sabda Rasul :
''Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berbicara yang baik atau(kalau tidak bisa) maka hendaknya ia diam'' (HR. Muslim)
Adapun keadaan yang menjadikan diam itu lebih baik dari berbicara:

a. Apabila perkataan itu tidak mengandung kebaikan, maka diam itu lebih baik dari pada bicara.

b. Apabila kita sedang memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah, mentadabburi ayat-ayat-Nya, dan mengkaji sunnahNabi-Nya, maka diam pada saat itu lebih baik.

c. Apabila perkataan itu mengandung berbagai macam penyakit lisan diantaranya:
1. Perkataan yang tidak berguna sedikitpun.
2. Perkataan yang mengandung kebathilan.
3. Berupa caci maki, umpatan, dan hardikan.
4. Berupa penghinaan, ejekan dan olok-olokan.
5. Membocorkan rahasia yang menjadi aib orang lain atau menimbulkan perpecahan.
6. Ghibah dan membicarakan keburukan orang lain.
7. Adu domba, hasutan, dan provokasi. ''Tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba'' (HR. Bukhari Muslim)

Kesempurnaan hanya milik Allah semata. semoga bermanfaat ya...:)

Related Post by Categories



10 komentar:

narti said...

makasih sharingnya mbak, akibat dari lidah/perkataan banyak sekali. moga kita termasuk orang2 yg beruntung.amiiinnn.

TomieDLuffy said...

Mantap nih informasinya :)
Ada pertanyaan nih..
b. Apabila kita sedang memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah, mentadabburi ayat-ayat-Nya, dan mengkaji sunnahNabi-Nya, maka diam pada saat itu lebih baik.

maksudnya gimana?:-/ mohon di perjelas :)

linda said...

@narti : amin mbak sai sami ya :)
@tommieDLuffy : maksudnya...kalau kita sedang mendengarkan ayat2 al-qur'an dibacakan lebih baik kita diam dari pada kita mendengarkan sambil berbicara. Dengan kita diam mendengarkan itu sudah mendapatkan pahala.
contoh lain: kalau kita datang kemajelis ta'lim mengkaji ilmu alqu'an/tadabbur alqur'an&sunnah rasulullah, lebih baik dilakukan diam(maksudnya fokus pd materi dan dihayati maknanya)dari pada sambil berbicara dengan tmn disebelah/bersendagurau. wallah bishawab. smg bermanfaat ya tom:). Seseungguhnya kebenaran datangnya dari Allah. baca2 jg artikel yg lain ya:)

Pawewet said...

subhanallah artikel yang penuh isi dan manfaat, merespon paertanyaan TomieDluffy..menurutku sih tergantung situasinya.. jika saat itu kita sendiri diam, dan merenunginya dalam hati itu lebih baik, namun jika kita sedang dengan orang lain, misal dengan anak-anak menikmati ayat Allah berua pemandangan alam misalnya kita berkata-kata jauh lebihbaik lagi demi menyampaikan ulasan/penjabaran sehingga orang lain dapat merasakan seperti yang kita rasakan..Githu kalie ya...mohon koreksi

Linda Novriani said...

yup benar juga abi faqoya, kalau mentadaburi ayat2 al-qur'an bersama2 para jundi2 kecil cara mengenalkan kebesaran Allah pada mereka sambil bercerita.trmksh masukkannya. Dalam artikel ini yg diterangkan mgkn kita mendengar dlm mesjid/pada acara yg ada tausiahnya dimana ayat alqur'an dibacakan :).wallahua'lam.

y said...

lidahmu harimaumu.....

HAPIA Mesir said...

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : "barang siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yg baik atau diam."

oke sob...artikel bermanfaat...semoga kita semua dapat menjaga lidah lebih baik lagi....

Suara Petualang said...

wah...bagus nih ulasan nya...menyadarkan kita..
seperti kata pepatah, Mulut mu Harimau mu...

Salam buat family nya ya mbak,
Keep Up2date

NURA said...

salam sobat,,memang berkata-kata harus yang baik-baik karena akan kena imbasnya kalau kita berkata yang tidak baik..pasti menuai hasil dari perkataan tersebut.

heri said...

jadi ingat sama mati dan kuburan nich

Translation code

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Navigasi

My contact


Your Name
Your Email Address
Subject
Message
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]


"Award My Family In Diary"

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service